Sabtu, 21 Oktober 2017

Ini Pesan Jokowi saat Keliling Pesantren di Jember

Minggu, 13 Agustus 2017 08:42:37 WIB
Reporter : Ribut Wijoto
Ini Pesan Jokowi saat Keliling Pesantren di Jember

Surabaya (beritajatim.com) - Presiden Joko Widodo menyambangi 4 (empat) Pondok Pesantren di wilayah Jember pada hari pertama kunjungan kenegaraan di Wilayah Jember Jawa Timur, Sabtu (12/8/2017) kemarin.
 
Santriwan dan santriwati sudah bersiap menyambut kedatangan Presiden sejak pagi. Pasukan pengamanan presiden juga sudah siaga mengamankan situasi, dan memeriksa kedatangan tamu yang masuk di halaman Pondok Pesantren.
 
Dalam rilis yang diterima redaksi beritajatim.com, dijelaskan bahwa kedatangan presiden diharapkan dapat membawa inspirasi bagi masyarakat Jember terutama santri di wilayah Jember. Para santri juga ingin menunjukkan kepada presiden selama ini, nilai-nilai butiran Islam yang diajarkan di pesantren sudah menggoreskan butiran Pancasila.
 
Selain mengunjungi Pondok Pesantren Nurul Islam, Joko Widodo juga mendatangi Pondok Pesantren Al-Amien, pesantren Assuniah dan Pesantren  Al-Qodiri.
 
Kepala Negara mengatakan, bahwa negara Indonesia ini adalah negara yang sangat besar. “Itu kalau dibentangkan, Indonesia kalau ke barat, itu sudah hampir sampai ke Turki,” kata Kepala Negara.
 
Lanjut Presiden,  Ia menambahkan bahwa tidak ada negara manapun yang memiliki 17.000 pulau, memiliki 516 kabupaten dan kota, memiliki 34 provinsi, 714 suku seperti Indonesia ini, serta lebih dari 1.100 bahasa daerah.
 
“Tidak ada negara dimanapun negara dengan ragam seperti kita,” ungkap Presiden.
 
Presiden Jokowi mengaku dirinya selalu menyampaikan tentang ragam ras, ragam suku, ragam budaya adalah sebuah karunia Allah SWT yang dimiliki oleh Indonesia. Presiden juga menyampaikan bahwa semua harus menyukuri dan memaksimalkan hal ini untuk bisa bersaing dengan negara lain.
 
“Hal ini akan menjadi sebuah kekuatan, akan menjadi sebuah potensi keberagaman apabila kita bisa menyatukan, apabila kita bisa mempersatukan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia sehingga bisa bersaing dan berkompetisi dengan negara-negara yang lain,” tutur Presiden.
 
Kepala Negara lantas menceritakan, bahwa ia mempelajari perbedaan bahasa di Indonesia dalam setiap kunjungan kerja ke daerah, yang walau berada di provinsi sama namun berbeda bahasa sapaannya.
 
“Inilah keberagaman kita dari Sabang sampai Merauke, inilah keberagaman kita dari Miangas sampai Rote,” kata Kepala Negara
 
Untuk itu, Presiden Jokowi mengingatkan kembali tentang potensi besar yang dimiliki oleh Indonesia. Keberagaman dan luas wilayah Indonesia adalah potensi kekuatan.
 
Presiden juga meminta agar dalam kehidupan muamalah sehari-hari untuk terus menjaga persaudaraan, baik sebagai saudara sesama muslim dalam sebuah ukhuwah islamiyah juga sebagai saudara sebangsa dan setanah air dalam bingkai ukhuwah wathoniah.
 
Tanpa menjaga itu, lanjut Presiden, negara ini akan menjadi negara yang lemah, itulah yang sangat disenangi oleh asing. “Kalau asing melihat kita lemah, asing melihat kita retak, mereka akan masuk semuanya karena sumber daya alam, baik di laut maupun di darat negara ini sangat besar,” tegasnya.
 
Mengakhiri sambutannya, Presiden mengajak silaturahim ini tidak hanya berhenti di sini.
 
Ia sangat terbuka jika ada hal yang berkaitan dengan pondok pesantren, Karena ia meyakini, potensi yang dimiliki oleh pondok pesantren adalah sebuah kekuatan besar bangsa ini. [but]

Komentar

?>