Rabu, 13 Desember 2017

Jokowi: Biar, Itu Mau Dibawa Pulang Kok!

Sabtu, 12 Agustus 2017 20:28:09 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Jokowi: Biar, Itu Mau Dibawa Pulang Kok!

Jember (beritajatim.com) - Presiden Joko Widodo menghadiahkan tiga buah sepeda kepada santri dan santriwati saat berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Islam, Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (12/8/2017) sore.

Sebuah sepeda dihadiahkan untuk Dalila, santriwati yang membaca puisi berjudul 'Secercah Harapan dan Doa untuk Sang Teladan Presiden Ir. Joko Widodo' di hadapan Jokowi, saat bertemu ratusan orang santri dan santriwati, di masjid pondok tersebut.

Sementara dua sepeda lainnya diperuntukkan seorang santri dan seorang santriwati yang berhasil menjawab pertanyaan Jokowi soal pengetahuan umum. "Sepeda yang saya berikan itu bukan sepeda biasa, karena sepedanya khusus dan diberikan tulisan di situ: hadiah Presiden Jokowi. Itu yang mahal tulisannya itu," kata Jokowi.

Jokowi mempersilakan salah satu santri yang bisa menjawab pertanyaannya untuk berdiri dan maju. "Kalau ada yang tahu, sebutkan dari 714 suku, sebutkan seratus. Ada yang sanggup? Maju? Tidak? Lima puluh ada yang sanggup? Dua puluh ada yang sanggup? Sepuluh ada yang sanggup? Tujuh ada yang sanggup?" tanyanya.

Salah satu santriwati bernama Sinta Lutfi Hamidah berdiri dan maju. Ia mulanya menyebutkan suku Jawa, Madura, Betawi, dan Batak. Saat kesulitan menyebutkan tiga nama suku lainnya, Jokowi pun memandu. "Yang ada di sana, di Sulawesi, di Kalimantan ada, yang terkenal," katanya.

"Suku Bugis," sahut Sinta.

"Suku Bugis. Itu yang jago dalam berlayar di Sulawesi Selatan," kata Jokowi. Sinta akhirnya bisa menjawab nama suku lainnya yakni Suku Badui dan Dayak, dan mendapatkan hadiah sepeda.

Dua hadiah sepeda tersebut membuat ratusan santri yang duduk dalam masjid melongokkan kepala ingin tahu. "Apa kok pada nengok-nengok? Pengen? Ini sepedanya tinggal satu. Tadi saya sampaikan, negara kita memiliki 34 provinsi, 17 ribu pulau. Pertanyaan saya yang terakhir: sebutkan tujuh dari 17 ribu pulau yang kita miliki," kata Jokowi.

Seorang santri bertubuh kecil bernama Muhammad Rofiqun Rizan. Ia semula menyebutkan nama pulau Madura, Jawa, Kalimantan, Maluku, Bali, dan kesulitan menyebutkan sisanya. Jokowi pun memberikan panduan. "Yang barat sana ada, tadi belum disebut, yang sebelah Jawa sana atau yang gede sebelah sananya Jawa. Kurang dua. Banyak banget, 17 ribu," katanya.

Rofiq menyebutkan nama pulau Lombok, dan kembali terdiam. "Saya lihat, (Rofiq) deg-degan. Deg, deg, deg begitu," goda Jokowi.

Akhirnya Rofiq bisa menyebutkan dengan lantang nama pulau terakhir yang ditanyakan Jokowi. "Pulau Kalimantan."

"Betul, sudah. Iya sepedanya diambil," kata Jokowi.

Setelah bersalaman dengan Jokowi dan pengasuh ponpes KH Muhyiddin Abdussomad, Rofiq mengambil sepeda yang terletak tak jauh darinya dan langsung hendak dibawa keluar. Aksi ini membuat seisi masjid tertawa, termasuk Jokowi.

Saat Rofiq hendak membawa sepeda itu keluar masjid, salah satu petugas pasukan pengaman presiden (paspamres) membisikinya dan meminta agar sepeda diletakkan dulu. Tapi Jokowi justru mempersilakan Rofiq membawanya. "Biar, itu mau dibawa pulang kok. Biar dibawa keluar gak apa-apa," katanya.

Menutup pidatonya, Jokowi mengingatkan para santri untuk rukun dengan suku-suku lain. "Karena sekali lagi kita adalah saudara sebangsa dan setanah air," katanya. [wir/suf]

Komentar

?>