Rabu, 23 Agustus 2017

Ini Target Dirjen Perhubungan Udara Untuk Bandara Banyuwangi

Sabtu, 12 Agustus 2017 13:12:55 WIB
Reporter : Rindi Suwito
Ini Target Dirjen Perhubungan Udara Untuk Bandara Banyuwangi
Dirjen Hubud Agus Santoso didampingi oleh Kepala Bandara Blimbingsari Dodi Dharma Cahyadi

Banyuwangi (beritajatim.com) - Usai menggelar pertemuan singkat dengan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Pendopo Shaba Swagata, Blambangan, Direktorat Perhubungan Udara, Kementrian Perhubungan RI, Agus Santoso mengatakan akan segera melakukan percepatan infrastruktur bandara Blimbingsari, Banyuwangi. Hal ini menyusul adanya event International Conference World Bank di Bali 2018.

"Jadi 2018 nanti ada event internasional, jadi semua menteri keuangan seluruh dunia akan berkumpul di Bali. Nah, Bali itu kan kapasitas apron dan run way nya cukup terbatas. Jadi nanti di Bali hanya nge-drop penumpangnya kemudian around kembali ke Bali," jelas Agus Santoso, Sabtu (12/8/2017).

Penambahan infrastruktur itu, meliputi Pavement Classification Number atau PCN dan apron/taxiway. Untuk PCN numbernya nantinya akan ditingkatkan yang semula 30 menjadi 45. Sementara untuk apron juga akan ditambah atau diperlebar. "Sehingga nantinya pesawat berbadan lebar dan besar seperti Jet dan NG dapat mendarat dan apronnya cukup untuk menampung," katanya.

Selama ini, Bandara Banyuwangi ini sudah dapat digunakan untuk pesawat jenis 737-500. Kedepan, jika realisasi infrastrur itu selesai dikerjakan, maka pesawat jenis 737-800 atau 737-900 Next Generation dapat mendarat. "Tak hanya itu, kalau sekarang kan apronnya masih bisa menampung 2 pesawat, nanti bisa action 9 pesawat," jelasnya.

Sedangkan untuk panjang run way, menurut Agus Santoso, sementara ini sudah cukup. Karena, saat ini bandara tersebut memiliki panjang 2250 meter. "Kalau mau full load tinggal menambah 400 meter lagi. Ini akan diterapkan untuk tahun depan. Jadi 2018, nanti PCN, Apron dan panjang landasan akan ditambah," imbuhnya.

Sementara itu, mengenai pengelolaan bandara Banyuwangi, pihaknya masih menunggu keputusan terakhir dari pusat. Karena, tergantung dengan kordinasi bersama Angkasa Pura II yang notabene juga akan berencana mengelola bandara Banyuwangi ini. Meski demikian, Dirjen Perhubungan Darat tetap akan melakukan pembenahan demi misi pengembangan bandara ini.

"Jadi gini, nanti kita tunggu kebijakan dari pusat apakan AP II jadi join sekarang. Tapi kalau nanti ada delay, maka target kami tetap support akan mensukseskan target Pak Bupati untuk 2018. Supaya bandara ini nanti dapat dilewati untuk pesawat jet Next Generation," ungkap Agus.

Ini menjadi informasi baru progres pengembangan bandara di ujung timur Pulau Jawa ini. Terlebih, pembangunan bandara tersebut dapat dipercepat pada 2018 mendatang.

"Dan saya senang, karena hari ini mendapat kabar komitmen pemerintah pusat oleh Pak Dirjen. Dan Pak Dirjen punya komitmen untuk didarati NG. Pesawat NG ini 737-900 yang pesawat besar dan artinya ada percepatan dibanding perencanaan sebelumnya," terang Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Sehingga gayung bersambut, hal ini tak menuntut kemungkinan adanya penerbangan internasional bakal segera terealisasi. Apalagi, kabarnya telah ada salah satu operator maskapai yang siap membuka rute ini. (rin/kun)

Komentar

?>