Selasa, 21 Nopember 2017

Perolehan APBD Melorot, Belanja OPD Dipangkas

Selasa, 08 Agustus 2017 20:44:01 WIB
Reporter : Deni Ali Setiono
Perolehan APBD Melorot, Belanja OPD Dipangkas
foto/ilustrasi

Gresik (beritajatim.com)- Melorotnya pendapatan APBD 2017 berdampak langsung pada belanja organisasi perangkat daerah (OPD). Sehingga, belanja OPD dipangkas karena target APBD tidak sesuai ekspektasi.

Sesuai hasil pembahasan kebijakan umum perubahan APBD, dan prioritas plafon anggaran sementara ((KUPA-PPAS) antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Gresik dengan Tim Anggaran (Tim-Ang) di gedung dewan, terjadi penurunan APBD sekitar Rp 156 miliar.

Sebelum digedok, APBD ditarget di angka Rp 2,93 triliun. Namun, setelah melalui proses rapat-rapat. Pendapatan APBD diturunkan menjadi Rp 2,77 triliun.

Anggota Banggar DPRD Gresik Moh. Syafi’ AM menuturkan, keputusan untuk merasionalisasi atau penyesuaian karena banyak target pendapatan tidak terpenuhi. "PAD diturunkan dari sekitar Rp 949 miliar, menjadi Rp 821 miliar. Yaitu berkurang sekitar Rp 128 miliar," tuturnya, Selasa (8/8/2017).

Ia menambahkan, dari total itu rinciannya pajak daerah turun sebesar Rp 77 miliar, dan retribusi daerah turun sekitar Rp 35 miliar.

"Penurunan yang drastis dari retribusi sektor izin mendirikan bangunan (IMB). Dari target awal sebesar Rp 122 miliar, menjadi Rp 96 miliar atau turun sebesar Rp 26 miliar," tambahnya.

Adanya penurunan itu lanjut Syafi', otomatis belanja OPD di DPU dan Tata Ruang serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, selanjutnya Dinas Pertanahan dipangkas. "Mau tidak mau ada pemangkasan karena target APBD kita turun," tandasnya. [dny/suf]

Komentar

?>