Kamis, 21 September 2017

Soal Revitalisasi Alun-alun, Bupati Gresik Kumpulkan Semua Pihak

Selasa, 18 Juli 2017 00:02:03 WIB
Reporter : Deni Ali Setiono
Soal Revitalisasi Alun-alun, Bupati Gresik Kumpulkan Semua Pihak

Gresik (beritajatim.com)- Pro kontra proyek revitalisasi alun-alun Gresik akhirnya membuat Bupati Sambari Halim Radianto kembali akan mengumpulkan berbagai pihak. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mencari solusi terbaik.

"Kami akan mengundang sejumlah kiai, organisasi masyarakat, tokoh masyarakat, ahli sejarah, budayawan, LSM, organisasi pemuda serta semua unsur masyarakat," ujar Sambari, Senin (17/07/2017).

Menanggapi hal ini, Kepala Bagian Humas Pemkab Gresik Suyono menyatakan, setelah pembangunan revitalisasi Alun-alun Kota Gresik tetap berfungsi sebagai mana mestinya. Tapi wajah Alun-alun akan ditata dan dipercantik sesuai keadaan sekarang. Rencana pembangunan tersebut sudah disosialisasikan sejak jauh hari.

"Program pembangunan tersebut tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Dibicarakan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) kemudian bersama DPRD Gresik terbitlah Perda kemudian keluar anggaran. Jadi tidak serta merta rencana pembangunan tersebut seketika dan langsung eksekusi," tuturnya.

Sosialisasi juga disampaikan pada berbagai kesempatan. Pada setiap acara, Bupati dan Wabup Gresik selalu menyampaikan tentang pembangunan revitalisasi alun-alun. Puncaknya, Pemkab Gresik juga mengadakan sosialisasi resmi yang dilaksanakan pada Kamis, 16 Maret 2017 di Gedung Puteri Mijil.

Masih menurut Suyono, pembangunan revitalisasi adalah upaya Pemkab Gresik menata alun-alun kota agar lebih representative. Di sana ada taman bermain, ada jogging trek, ada tempat jalan-jalan.

"Pembangunan itu sifatnya umum, bukan untuk umat Islam saja. Tapi kalau disana Pemkab Gresik mendirikan Islamic Centre (IC) di bekas Kantor Dispendukcapil, saya kira tidak salah. Karena lokasinya berdekatan dengan Masjid Jami’ Gresik. Itu termasuk kawasan religi," tambah Suyono.

Beberapa bagian lain terkait dengan revitalisasi Alun-alun kota tersebut yaitu, Kantor DPRD akan dijadikan museum, Pendopo dan rumah dinas Bupati akan dijadikan tempat wisata religi untuk mendukung keberadaan Makam Raden Santri, makam Nyai Ageng Pinatih, dan makam Kanjeng Pusponegoro.

Terkait sosialisasi pembangunan revitalisasi alun-alun juga disampaikan saat Bupati Sambari Halim Radianto, dan Wabup M.Qosim memimpin Gresik pada periode pertama dulu. Pendirian pusat keagamaan Islam ini juga menjadi materi pokok kampanye saat mereka mencalonkan diri menjadi bupati, dan wakil periode yang kedua. Saat itu, tidak ada protes penolakan.

"Program ini bisa memagari masyarakat santri Gresik dari pengaruh budaya luar. Kami sadar pengaruh investasi, industri, pelabuhan international secara tidak langsung dapat mempengaruhi budaya masyarakat Gresik. Cara inilah yang kami upayakan untuk melindungi masyarakat santri," papar Suyono.

Pembangunan gedung Islamic Centre rencananya dibangun di lahan Kantor bupati lama. Yakni, kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Gresik.

"Pemkab Gresik tidak mengalihfungsikan Alun-alun Gresik, melainkan merevitalisasi agar fungsinya lebih optimal. Alun-alun masih tetap ada, namun lebih ditata agar lebih Indah dan representative dengan keadaan saat ini. Ada jalan melingkar bersusun dengan pagar di kanan kirinya. Ada air mancur di tengah, ada berbagai fasilitas olahraga dan bermain keluarga," ungkap Suyono.

Dengan dikumpulkannya semua pihak, harapannya masyarakat Gresik ikut mendukung realisisasi pembangunan tersebut. Pasalnya, di kabupaten/kota lain sudah membangun berbagai fasilitas yang berorientasi pada estetika kota yang lebih modern.

"Kami berharap seluruh bangunan konstruksi selesai semua pada 2017. Memasuki 2018 tinggal beberapa finishing. Kalau lancar, pembangunan proyek ini bisa rampung total pada akhir 2018," tandasnya. [dny/suf]

Komentar

?>