Senin, 20 Nopember 2017

Hari Jadi Kota Kediri Ke-1138

Ratusan Umat Lintas Agama dan Kepercayaan Doa Bersama Walikota Kediri

Senin, 17 Juli 2017 23:50:52 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
Ratusan Umat Lintas Agama dan Kepercayaan Doa Bersama Walikota Kediri

Kediri (beritajatim.com) - Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar dan Wakil Walikota Kediri Lilik Muhibbah mengikuti doa bersama antar umat beragama di Balai Kota Kediri, Senin (17/7/2017) malam.

Doa bersama yang melibatkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Paguyuban Antar Umat Beragama (PKUB) setempat itu dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Kediri yang ke-1138.
"FKUB dan PAUB menjadi garda terdepan di Kota Kediri," ujar Abdullah Abu Bakar dalam sambutannya.

Masih kata Walikota, keberagaman yang sudah terjaga bersama ini menjadi aset penyumbang pembangunan di Kota Kediri. Kerukunan menjadi sumber kekuatan bagi para pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Kediri dalam menjalankan tugasnya.

"Anak cucu kita saat ini dipengaruhi oleh globalisasi yang sangat menggila, baik di haphone maupun media sosial. Saya berharap mereka bisa mengikuti kita semua. Kami juga berpesan supaya pemuda dijaga dan diarahkan ke hal-hal positif, karena menjadi aset bangsa," pintanya.

Walikota yang akrab dengan sapaan Mas Abu ini menambahkan, Presiden RI Joko Widodo memperkirakan, pada 20 tahun ke depan, Indonesia bisa memimpin karena generasi mudanya. Sebab, saat ini di negara-negara maju tidak mempunya pemuda. Indonesia mempunyai kekayaan daerah punya sumber daya alam (SDA)-nya yang luar biasa.

"Kerukunan yang sudah kita jaga ini bisa menjadi perekat semua. Maka jagalah pemuda dan penerus kita. Kalau hanya guru, tentu tidak bisa. Tetapi kita sebagai tokoh masyarakat wajib menjaga semua ini bersama-sama," ungkapnya.

Pemimpin daerah berusia 37 tahun ini menambahkan, revolusi mental yang dicanangkan Presiden Jokowi yakni, di bidang perbaikan budi pekerti telah ia dengungkan sejak awal memerintah di Kota Kediri dengan PAUB. Maka, dalam doa bersama ini, dirinya ingin seluruh masyarakat Kota Kediri diberkahi anak-anak yang pintar.

"Semoga kita semua diberkahi anak anak yang pintar. Yang sukses dan sholeh dan sholehah. Kita ketahui bersama sekarang ini anak lahir kecil sudah pintar semua. Mereka belum sekolah, tetapi sudah bisa mengoperasionalkan HP. Tuhan menganugerahi kita semua anak yang luar biasa. Harus diseimbangkan dengan ilmu agama," serunya.

Melalui doa bersama ini, Mas Abu tidak hanya ingin didoakan seorang diri, melainkan seluruh masyarakatnya, dan kotanya serta seluruh pejabat-pejabatnya yang mengemban amanah melayani masyarakat.

Seusai sambutan, Mas Abu yang ditemui mengaku, acara doa bersama ini sudah diadakan semenjak 4 tahun lalu, sewaktu awal ia menjabat sebagai Walikota Kediri. Setiap Hari Jadi Kota Kediri, selalu diadakan doa bersama. Dari para tokoh lima agama dan jamaah serta penganut kepercayaan dengan pengikutnya.

"Setiap hari jadi Kota Kediri selalu berdoa bersama. Untuk memohon keselamatan bagi kota dan masyarakat baik. Pendidikan tinggi, toleransinya ini berjalan baik di Kota Kediri. Toleransi di Kota Kediri berdampak positif bagi masyarakat. Seluruh toga dan tomas bersatu, saling mengisi, kalau ada kesalahan dan kekurangan," bebernya.

Selama empat tahun terjalin dengan baik, kata Mas Abu karena faktor intensitas komunikasi dengan FKUB dan PAUB secara hati ke hati. Pihaknya membuka diri untuk berkomunikasi dengan seluruh tokoh agama di Kota Kediri.

Terpisah, KH. Ma'ruf Amin, Ketua FKUB Kota Kediri mengatakan, FKUB dan PAUB berjalan bergandengan untuk mewujudkan Kota Kediri yang aman. Dua lembaga ini berdiri untuk meredam segala bentuk gejolak agar tindak timbul anarkis.

"Setiap selapan hari kita adakan pertemuan dan sharing. Langkah ini sebagai antisipasi, agar terus ada kesejukan dan tidak terjadi konflik dari bawah," tandasnya.

Ditempat yang sama H. Mohammad Salim, Ketua PAUB Kota Kediri mengaku, lahirnya FKUB di Kota Kediri berawal dari berdirinya PAUB. Bahkan, dia menyebut PAUB Kota Kediri menjadi embrio FKUB di seluruh Indonesia.

"Pada sejarah justru lahirnya FKUB itu dijiwai dari PAUB dan Penghayat Kepercayaan, pada tahun 1998. Lalu tahun 2006 dimana salah seorang pembina PAUB dipertemukan dengan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya lahir FKUB. Sebetulnya embrio FKUB Nasional berangkatnya dari Kota Kediri," tandas Mohammad Salim.

Jalinan 'mesra' antara FKUB, PAUB dan pemerintah serta masyarakat ini tercipta karena seringnya bertemu dengan berdialog bersama. Tetapi dalam pertemuan tidak berbicara tentang perbedaan. [adv/nng]

Tag : kediri

Komentar

?>