Senin, 20 Nopember 2017

Jelang Pilgub, KPU Banyuwangi Mengadu ke PWI

Senin, 17 Juli 2017 23:29:55 WIB
Reporter : Rindi Suwito
Jelang Pilgub, KPU Banyuwangi Mengadu ke PWI

Banyuwangi (beritajatim.com) - Jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur (Jatim), Komisi Pemiliham Umum (KPU) Banyuwangi terlihat sibuk. Mereka mulai menata maupun mengecek kesiapan untuk menyongsong pesta demokrasi terbesar di provinsi ujung timur Pulau Jawa itu.

Di tengah kesibukan menyiapkan pilgub, KPU Banyuwangi ternyata juga memiliki sejumlah pekerjaan lain. Mereka ingin KPU juga dapat bersinergi dengan para pengawal informasi atau awak media.

Untuk itu, rombongan KPU Banyuwangi yang dipunggawai oleh Samsul Arifin dan anggotanya, Suherman, SE, Suherman, Edi Saiful Anwar dan Sekretaris KPU A. Faruq Eriyono bertandang ke kantor sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Banyuwangi. Niatnya, mereka ingin menyampaikan segala permasalahan yang selama ini dihadapi.

Misalnya, mengenai perilaku sejumlah orang yang mengaku sebagai wartawan. Mereka banyak berkeliaran mendatangi narasumber tanpa tujuan yang jelas. Bahkan, mayoritas mereka tak memiliki tanda pengenal maupun kompetensi yang jelas.

"Fenomenanya, saat ini banyak orang yang mengaku sebagai wartawan namun sebenarnya tidak memiliki kemampuan sebagai wartawan. Mereka ini tidak tahu dan tidak menguasai materi yang akan ditanyakan," ungkap Syamsul kepada sejumlah pengurur PWI Banyuwangi, Senin (17/7/2017).

Syamsul yang juga mantan wartawan ini mengatakan, pihakhya sering menerima wartawan yang demikian. Bahkan, tak jarang mereka bertanya mengenai hal-hal yang tak perlu maupun di luar ranah pengetahuan KPU.

"Misalnya, wartawan itu menanyakan biaya dan jumlah kandidat yang akan bertarung pada pemilihan gubernur Jawa Timur 2018 mendatang. Ya saya jawab saja itu bukan kewenangan kami," ungkapnya.

Melihat hal ini, lanjut Syamsul, dirinya secara pribadi sangat prihatin. Sehingga kedatangannya ke kantor PWI Banyuwangi salah satunya juga ingin berdiskusi menyikapi hal itu. 

"Bagaimana menghadapinya, dan dapat mengambil sikap yang tepat tanpa menyinggung orang-orang tersebut?," imbuhnya

Sementara itu, Ketua PWI Banyuwangi Syaifudin Mahmud menyatakan, sikap PWI sangat jelas. Menurutnya, wartawan professional adalah wartawan yang mengedepankan kode etik jurnalistik.

"Wartawan yang professional itu bernaung di bawah perusahaan pers yang jelas yakni yang sudah berbadan hukum," urainya.

Menyikapi kondisi ini, kata Aif, sebaiknya narasumber juga harus mulai bijak. Mereka juga harus mengetahui dan memahami siapa saja wartawan yang telah memiliki kompetensi yang jelas.

"Saat ini wartawan harus sudah mengantongi uji kompetensi wartawan (UKW). Sehingga, narasumber KPU berhak untuk menanyakan kartu UKW pada masing-masing wartawan sebagai bukti wartawan tersebut sudah kompeten dalam menjalankan tugasnya," ucapnya.

Lebih lanjut, kata Aif, untuk mendapatkan sertifikat UKW, seorang jurnalis harus melalui proses yang sangat ketat dan diuji oleh para penguji yang kompeten di bidang kewartawanan.  "Wartawan yang sudah lulus uji kompetensi terdaftar di Dewan Pers," pungkasnya. [rin/suf]

Tag : kpu pilkada

Komentar

?>