Kamis, 27 Juli 2017

Naik Jeep Terbuka, Cak Nur Daftar Cagub Lewat Demokrat

Minggu, 16 Juli 2017 11:38:14 WIB
Reporter : Rahardi Soekarno J.
Naik Jeep Terbuka, Cak Nur Daftar Cagub Lewat Demokrat
Nurwiyatno ketua PA GMNI Jatim saat mendaftar Cagub di Kantor Demokrat Jatim

Surabaya (beritajatim.com) - Ketua PA GMNI Jatim sekaligus Inspektur Provinsi Jatim Nurwiyatno (Cak Nur) membuktikan keseriusannya maju pilgub Jatim 2018. Cak Nur mendaftar bacagub melalui DPD Partai Demokrat (PD) Jatim.

Dengan diiringi ratusan massa pendukungnya, Cak Nur menggunakan mobil Jeep terbuka menuju kantor Demokrat Jatim, Jalan Kertajaya Indah Surabaya dari titik kumpul massa di depan lapangan Koni Jatim.

Ada massa teatrikal seakan perang-perangan binaan Taufik Monyong (aktivis GMNI), bantengan, reog Ponorogo dan lainnya.

Menurut Sekretaris PA GMNI Jatim Onny Setiawan, ada tiga alasan Cak Nur maju mendaftar pilgub.

Pertama, Nurwiyatno adalah birokrat senior di pemprov Jatim sehingga sangat paham dengan berbagai persolan pemerintahan daerah di Jatim.
Kedua, Nurwiyatno dinilai mampu melakukan komunikasi politik dengan berbagai parpol di Jatim. Hal ini dapat dibuktikan pada para anggota DPRD provinsi Jatim (sebagai reprentasi parpol yang ada di lembaga legislatif) yang mengenal baik sosok Cak Nur ini.

"Ketiga, Nurwiyatno, adalah mantan aktivis yang tergabung dalam GMNI di Universitas Jember dan sekarang menjadi Ketua Persatuan Alumni GMNI Jawa Timur yang diakui memiliki jaringan politik yang cukup luas di Jawa Timur," tuturnya.

Dengan tiga alasan itulah, menurut dia, dapat disimpulkan bahwa Nurwiyatno, yang sekarang menjabat sebagai Inspektur Jatim ini merupakan figur yang layak untuk disandingkan dengan nama cagub seperti Gus Ipul, Risma maupun Khofifah dalam pilgub 2018 mendatang.

Nurwiyatno yang dikonfirmasi menegaskan, dirinya siap maju pada pilgub Jatim dan akan melakukan silaturrahmi ke parpol serta tokoh-tokoh simpul di Jatim. Seperti dedengkot Golkar Ridwan Hisjam (RH) dan KH Ali Maschan Moesa. Dua nama ini pernah bertarung dalam pilgub Jatim 2008. Ketika itu, RH menjadi cawagub pasangan Alm Sutjipto PDIP. Sedangkan, KH Ali Maschan Moesa adalah cawagub pasangan Soenarjo.

"Para-para senior di PA GMNI sudah lama mengusulkan saya maju pilgub. Awalnya saya nggak pernah menanggapi. Tapi mereka para senior memberikan alasan bahwa harus ada pengganti Pakde Karwo memimpin Jatim dari PA GMNI. Pakde sendiri adalah mantan Ketua Pengurus Pusat PA GMNI. Pasangan religius-nasionalis masih jadi pasangan ideal di Jatim," tukas Cak Nur.

Dirinya merasa tersanjung dan terhormat diberi kepercayaan untuk maju pilgub Jatim. "Saya akan melihat perkembangan politik seperti apa. Kalau saya dikehendaki parpol untuk maju, saya siap mengundurkan diri dari PNS. Untuk itu saya daftar ke Demokrat hari ini," ujar pejabat yang akan memasuki pensiun per 1 Oktober 2018 ini.

Berdasarkan data yang diperoleh beritajatim.com, Cak Nur berkarir selama 24 tahun di Inspektorat mulai menjadi staf hingga sekretaris. Kemudian, 7 tahun pernah menjabat sebagai Kepala Biro Keuangan Pemprov (era Gubernur Imam Utomo) dan Kepala BPKAD Jatim (era Pakde Karwo periode pertama). Cak Nur juga pernah mengincipi menjadi Pj Walikota Surabaya (5,5 bulan) sejak September 2015. Dan, sejak tahun 2015 hingga saat ini menjadi Inspektur Provinsi Jatim.

Karirnya di organisasi pernah sebagai Wakil Bendahara Pengurus Pusat PA GMNI 2010-2015, Ketua PD PA GMNI Jatim 2015-2020.

Pengalaman memimpin sebuah Kota sebesar Surabaya juga pernah dilakoni, Nurwiyatno saat itu menjabatPjs Walikota Surabaya menggantikan Tri Rismaharini yang telah habis masa jabatannya tahun 2015 lalu. (tok/ted)

Tag : pilgub jatim

Komentar

?>