Senin, 25 September 2017

Gus Ipul Pendaftar Satu-satunya Cagub, Jago PDIP Terserah Mega

Minggu, 16 Juli 2017 08:29:05 WIB
Reporter : Ainur Rohim
Gus Ipul Pendaftar Satu-satunya Cagub, Jago PDIP Terserah Mega
Sekjen DPP PDIP, Hasto Kritiyanto. [Foto: dok/bj.com]

Lamongan (beritajatim.com)--Usulan nama Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sebagai calon Gubernur Jatim pada Pilgub Jatim 2018, sebagaimana yang dikirimkan DPD PDIP Jatim, belum bisa dipastikan akan disetujui. Hal ini masih menunggu keputusan dari Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

Meskipun demikian, Gus Ipul menjadi satu-satunya nama yang mendaftarkan diri sebagai cagub dalam penjaringan bakal calon kepala daerah yang diselenggarakan oleh DPD PDIP Jatim beberapa waktu lalu.

Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristianto, saat menghadiri acara konsolidasi yang dilaksanakan PDIP Lamongan mengatakan, untuk menetapkan siapa cagub dan juga siapa cawagub merupakan wewenang ketua umum.

"Tugas partai hanya memetakan politik, sebagai dasar pertimbangan serta usulan ke Ibu Megawati. Ini yang dikatakan Demokrasi ala PDI Perjuangan," ujarnya, Sabtu (15/7/2017).

Semua calon yang mendaftar dalam penjaringan, ujar Hasto, akan diundang untuk menetapkan siapa calon pasangannya. Bagi PDIP, tambahnya, cagub dan cawagub harus bisa bekerjasama, sehingga pembahasan tersebut harus dilakukan lebih awal.

"Karena keduanya merupakan kesatupaduan dalam kepemimpinan. Kami tidak bicara cagub saja, akan tetapi kami juga membahas cawagub," tandas Sekjen DPP PDIP ini.

Hasto menambahkan, agar bisa mengusung pasangan cagub-cawagub dalam Pilgub Jatim 2018, memerlukan syarat koalisi dengan partai lain. Saat ini, PDI Perjuangan Jatim memiliki 19 kursi, sedangkan syarat agar bisa mengusung cagub adalah minimal 20 kursi.

Dikatakan, selain menjalin hubungan dengan parpol lain, PDIP dalam menyongsong pilgub juga melakukan komunikasi dan membuka kerjasama dengan keluarga besar Nahdliyyin.

"Kusnadi selaku ketua DPD PDIP melakukan komunikasi yang intens ke parpol lain seperti PKB dan Hanura," beber Hasto.

"Masukan dari Keluarga besar Nahdliyyin ditempatkan pada posisi yang cukup penting, dalam proses pencermatan atas nama-nama calon kepala daerah yang akan maju dari PDIP," tegas Hasto.

Beberapa waktu lalu, PDIP Jatim telah membuka pendaftaran cagub-cawagub. Sejumlah tokoh mendaftar. Di antaranya Gus Ipul, Kusnadi (Ketua PDIP Jatim), Abdullah Azwar Anas (Bupati Banyuwangi), Suhandoyo (anggota FPDIP DPRD Jatim), Kanang Budi Sulistyo (Bupati Ngawi), dan lainnya. Sebagai kekuatan politik terbesar kedua di Jatim, PDIP juga menjalin komunikasi politik dengan parpol lainnya di Jatim.

Sejumlah parpol lain terus menggalang komunikasi dan lobi-lobi politik terkait figur cagub-cawagub yang bakal mereka usung di pilgub. Selain nama di atas, posisi Khofifah Indar Parawansa yang kini menjabat Menteri Sosial disebut-sebut memiliki kans kuat masuk bursa, selain nama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Sejumlah lembaga survei menempatkan Gus Ipul di posisi teratas elektabilitas figur yang dipilih responden. Namun demikian, jarak elektabilitas antara Gus Ipul dengan Tri Rismaharini tak terlalu jauh, tak bersifat ekstrim. Sangat terbuka kemungkinan tingkat elektabilitas Gus Ipul terkejar figur lainnya, terutama Rismaharini dan Khofifah, jika kedua tokoh tersebut benar-benar masuk bursa pilgub.

Terlebih-lebih jika Khofifah masuk bursa, maka basis elektoral tradisional Gus Ipul di kalangan NU kemungkinan besar akan terganggu dengan dengan basis konstituen Khofifah. Sebab, kedua tokoh NU ini memiliki garis irisan politik basis konstituen yang tak berbeda jauh. [air/rmol]

Sumber : rmol
Tag : pilgub jatim

Komentar

?>