Sabtu, 21 Oktober 2017

Pilgub Jatim, PKB Beri Pemahaman Kepada Khofifah

Minggu, 16 Juli 2017 02:22:49 WIB
Reporter : Yusuf Wibisono
Pilgub Jatim, PKB Beri Pemahaman Kepada Khofifah
Ketua DPRD Jatim Abdul Halim Iskandar saat meresmikan kantor MWC NU Ploso Jombang

Jombang (beritajatim.com) - Kader NU diminta kompak dan bisa berbagai peran dalam menghadapi pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018. Hal itu disampaikan Ketua DPW PKB Jawa Timur Abdul Halim Iskandar (Pak Halim) saat peresmian kantor MWC NU Ploso, Jombang, Sabtu 15/7/2017).

Pak Halim mengatakan, pemilihan Gubernur Jawa Timur adalah peluang penting bagi NU menempatkan kadernya di pemerintahan. Sebagai kader NU, lanjut Pak Halim, dirinya rela mundur dari pencalonan Gubernur Jawa Timur setelah permintaan kiai NU. Tujuannya, agar NU bersatu dan PKB mendukung Gus ipul sebagai calon Gubernur.

"Disamping kompak, kader NU harus bisa membagi peran, dalam berkhidmat membesarkan jamiyah dan membentengi NU. Karena musuh NU terus bergerak secara terorganisir menggerogoti NU," ujar cucu KH Bisri Syansuri itu.

Bagiamana dengan adanya kader NU selain Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang maju dalam pilgub? Menurut Pak Halim, pihaknya terus berupaya memberikan pemahaman. Termasuk memberikan pemahaman kepada Khofifah Indar Parawansa.

"Kita sekarang lagi berupaya memberi pemahaman kepada ibu Khofifah terkait pembagian peran kader kader NU dalam berkhidmat. Karena NU harus bersatu dalam pilkada," ujar mantan Ketua DPRD Jombang ini.

Karenanya, saat kiai-kiai meminta warga NU bersatu dalam Pilkda Jatim, dirinya legowo untuk mengundurkan diri dari bursa calon. Hingga akhirnya PKB menyorongkan nama Saifullah Yusuf untuk dicalonkan sebagai gubernur.

"Pembagian peran ini penting, saya tetap di legislatif dan Gus Ipul nantinya di eksekutif. Jangan sampai kader NU yang sudah duduk di kementrrian, di legislatif mundur saling berebut untuk pilkada," imbuhnya. [suf]

Tag : pilgub jatim

Komentar

?>