Senin, 18 Desember 2017

Komisi II DPR RI Minta NPHD Panwaslu se-Jatim Segera Diteken

Sabtu, 15 Juli 2017 22:38:01 WIB
Reporter : Rahardi Soekarno J.
Komisi II DPR RI Minta NPHD Panwaslu se-Jatim Segera Diteken

Surabaya (beritajatim.com) - Dua orang pimpinan Komisi II DPR RI mendatangi kantor Bawaslu Jatim, Jalan Tanggulangin Surabaya pada Sabtu (15/7/2017) hari ini. Mereka adalah Ketua Komisi II Zainuddin Amali (ZA) dan Wakil Ketua Komisi II Fandi Utomo (FU). Kebetulan keduanya berasal dari daerah pemilihan (dapil) Jatim.

Keduanya ingin menanyakan dan memastikan kepada Bawaslu Jatim, terkait proses penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) oleh pemprov Jatim dan pemkab/pemkot. Hal ini terkait pencairan anggaran pengawasan bagi Bawaslu Jatim dan Panwaslu kabupaten/kota. "Kami minta agar pencairan anggaran segera dilakukan secepatnya. Kalau Bawaslu Jatim informasinya pada akhir bulan ini," tutur Fandi Utomo, politisi Demokrat ini.

Selain itu, kedatangan Komisi II DPR RI juga melakukan pemantauan seleksi Panwaslu 38 kabupaten/kota se-Jatim di kantor Bawaslu Jatim. Dalam pemantauan itu, Komisi II DPR RI meminta tim seleksi (timsel) mengedepankan kompetensi dan integritas dalam melakukan rekruitmen calon Panwaslu se-Jatim.

Dalam pantauan itu, Komisi II melakukan diskusi dengan timsel calon Panwaslu se-Jatim. Zainuddin Amali menyampaikan, seleksi Panwaslu di Jatim ini rekor dibandingkan daerah atau provinsi lainnya, dikarenakan jumlah peserta yang mendaftar calon Panwaslu mencapai sebanyak 1.511 orang.

"Total pendaftar mencapai 1511 orang itu menunjukkan antusiasme masyarakat cukup besar untuk ikut andil terlibat dalam mengawal proses demokrasi di Jatim," kata Zainuddin, politisi asal Golkar ini.

Dia meyakini proses seleksi Panwaslu Jatim ini akan berjalan lancar dan sesuai dengan aturan yang ada, terlihat dari timsel yang didalamnya orang-orang yang pasti melakukan seleksi secara profesional.

Fandi Utomo meminta dalam proses seleksi calon Panwaslu se-Jatim, timsel harus mengedepankan kompetensi maupun integritas calon agar nantinya calon yang terpilih benar-benar mampu mengawal proses pemilu di Jatim.

"Kompetensi maupun integritas calon menjadi hal penting yang harus menjadi penentu calon terpilih sebagai anggota Panwaslu, agar saat mereka bekerja benar-benar mengikuti aturan yang ada dan integritasnya teruji, sehingga tidak mudah dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu," tegasnya.

Ketua Bawaslu Jatim Sufyanto bersama dua anggota lainnya Sri Sugeng Pudjiatmiko dan Andreas Pardede menjelaskan, peserta yang mendaftar calon Panwaslu Jatim kali ini tidak hanya tinggi dari segi kuantitas, tapi juga kualitas calon sangat bagus. Bahkan dari segi pendidikan banyak yang sudah doktor, sehingga persaingan seleksi calon benar-benar ketat. (tok/kun)

Tag : pilgub jatim

Komentar

?>