Sabtu, 21 Oktober 2017

Ecoton Desak Walikota Surabaya Gugat KLHK

Jum'at, 14 Juli 2017 21:09:01 WIB
Reporter : Arif Fajar Ardianto
Ecoton Desak Walikota Surabaya Gugat KLHK

Surabaya (beritajatim.com) - Menyikapi kasus pembuangan limbah B3 yang terjadi di sungai kawasan Morokrembangan Surabaya, LSM peduli lingkungan Ecoton meminta Walikota serta Warga Surabaya menggugat Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Indonesia atas rusaknya lingkungan akibat limbah tersebut.

Dalam hal ini Direktur Ecoton Prigi Arisandi mengatakan bahwa pihaknya merasa prihatin atas ijin import limbah B3 dari negara korea yang dikeluarkan oleh KLHK.

"Kami prihatin dengan ijin import limbah B3 yg dikeluarkan KLHK, di jatim ini jutaan ton limbah B3 tidak terkelola dan bahkan ditimbun tak beraturan kok malah mendatangkan limbah baru dari korea," ujarnya kepada beritajatim.com, Jumat (14/7/2017).

Lebih lanjut, Prigi menjelaskan, bahwa  Oil emulsion bisa dikategorikan limbah B3 PP 18/1999 karena mengandung logam berat, COD, minyak dan padatan terlarut konsentrasi tinggi. Oil emulsion mengandung PAH polyaromatic hidrocarbon didalamnya ada toluen yang bersifat karsinogen, volatile yang bersiap mudah menguap. Bagi yang berada di sekitar limbah tersebut akan merasakan aroma menyengat, menyesakkan dada dan membuat mata pedih.

"Dampak langsungnya sangat berbahaya bagi manusia, apalagi bagi lingkungan sekitar," bebernya.

Prigi menjelaskan, bahwa Tim Ecoton merasakan hal yang sama, yakni sesak nafas, mual serta kepedihan pada mata saat melakukan investigasi di sungai Morokrembangan tempat dibuangnya limbah B3.

"Team investigasi Ecoton menahan perih dimata dan merasakan mual-mual saat mengambil sample air," keluhnya.

Dlam hal ini Ecoton meminta Walikota Surabaya bertindak, tidak hanya kepada oknum pembuang limbah, tetapi menggugat ke level yang lebih tinggi lagi, yakni KLHK sebagai pemberi ijin import limbah B3.

"Ini harus ditindak tegas sampai ke level paling tinggi, karena dampak dari limbah ini sangat merusak lingkungan," pungkas Prigi.(rif/ted)

Komentar

?>