Sabtu, 18 Nopember 2017

Rp 649 M, Tak Seluruhnya Masuk Perubahan APBD Jember 2017

Jum'at, 14 Juli 2017 19:57:56 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Rp 649 M, Tak Seluruhnya Masuk Perubahan APBD Jember 2017
Foto: Ilustrasi uang rupiah.

Jember (beritajatim.com) - Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Jember Mirfano mengatakan, dari sisa lebih perhitungan anggaran (silpa) sebesar Rp 649 miliar, tidak semua akan masuk dalam pembahasan Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (P-APBD) 2017.

"Dari Rp 649 M itu ada yang peruntukkannya tidak bisa diganggu gugat, seperti dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH CHT) dan tunjangan guru. Tidak semua. Kami masih menghitung," kata Mirfano.

"Kami sedang rapat-rapat koordinasi soal potensi pendapatan dan kami gali informasi dari setiap OPD (Organisasi Perangkat Daerah) untuk perubahannya," tambah Mirfano.

Mirfano tak mengkhawatirkan perubahan posisi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah setempat menjelang P-APBD 2017. "Semua mekanisme pekerjaan pegawai jalan, dan pelaksana tugasnya Pak Sugiarto (Sugiarto Abdul Gani)," katanya.

Silpa adalah selisih lebih realisasi penerimaan dan pengeluaran anggaran selama satu periode tahun anggaran. Ditinjau dari sumbernya, secara normatif, silpa tersebut diakumulasi dari tiga komponen utama, yakni efisiensi belanja kegiatan pembangunan, baik belanja langsung maupun tidak langsung yang dilaksanakan oleh organisasi perangkat daerah (OPD); adanya sejumlah kegiatan yang tidak dapat dilaksanakan atau terlaksana namun tidak mencapai target fisik yang direncanakan; dan adanya realisasi pendapatan daerah yang melampaui target yang ditetapkan.

Secara umum, berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan, silpa APBD Jember 2016 sebesar Rp 649,55 miliar. Angka ini diperoleh dari sisa anggaran belanja sebesar Rp 665,748 miliar dikurangi kekurangan target pendapatan sebesar Rp16,222 miliar ditambah dengan realisasi penerimaan pembiayaan sebesar Rp 29,223 juta.

"Silpa yang ada saat ini telah siap digunakan untuk pembangunan 15 puskesmas di 15 kecamatan, 100 unit ambulance desa, 135 puskesmas pembantu, perencanaan 35 puskesmas induk," kata Bupati Faida beberapa waktu lalu.

Faida juga akan menggunakan dana itu untuk peningkatan 143 kilometer jalan, pemeliharaan 52,5 kilometer jalan, pembangunan dinding penahan jalan sepanjang 30,5 kilometer, pembangunan jaringan irigasi sepanjang 42,8 km, pemeliharaan jaringan irigasi sepanjang 66,37 km, rehab 27 pasar, dan menutup defisit APBD awal sebesar Rp 87,187 miliar. [wir/ted]

Komentar

?>