Minggu, 24 September 2017

250 Orang Ikut Tes Tulis Panwaslu Kabupaten Kota di Unej

Kamis, 13 Juli 2017 17:55:03 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
250 Orang Ikut Tes Tulis Panwaslu Kabupaten Kota di Unej

Jember (beritajatim.com) - Badan Pengawas Pemilu Jawa Timur menggelar seleksi rekrutmen panitia pengawas tingkat kabupaten dan kota untuk tujuh daerah di kawasan timur, di Fakultas Hukum, Universitas Jember, Kamis (13/7/2017).

Sebanyak 250 orang dari Kabupaten Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Lumajang, Situbondo, Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo mengikuti tes tulis. Bawaslu akan memilih 21 komisioner. Dari Jember, ada 51 orang mengikuti seleksi tulis ini.

Ketua Badan Pengawas Pemilu Jawa Timur Andre Pardede hadir dalam seleksi itu. Ia mengatakan, seleksi tersebut bagian dari persiapan menghadapi pemilihan gubernur Jawa Timur selain mempersiapkan anggaran. "Persiapan ini juga diikuti persiapan kantor dan perangkat birokrasi," katanya.

Bawaslu akan menyaring semua peserta menjadi 12 nama untuk setiap kabupaten dan kota untuk menjalani sesi wawancaea. Dari hasil kombinasi tes tulis dan wawancara, akan dipilih tiga komsioner dan dua cadangan yang menggantikan komisioner bila berhalangan tetap.

Dengan melihat tahapan yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum RI, penetapan komisioner panwaslu kabupaten dan kota akan dilakukan pada Agustus. "Awal Agustus kami lakukan fit and proper test dan pertengahan Agustus kami lantik, dan segera dilakukan bimbingan teknis agar siap dalam hal substansi dan materi pengawasan," kata Pardede.

Ada waktu satu bulan bagi panwaslu kabupaten dan kota yang sudah dilantik untuk merekrut panwaslu tingkat kecamatan. "Kalau PPL (Petugas Pengawasan Lapangan) lebih banyak waktu dan lebih luang, karena tidak langsung dibentuk, disesuaikan tahapan.

Sebenarnya, menurut Pardede, panwaslu tingkat kabupaten dan kota lebih baik bersifat tetap dan bukan adhoc agar memiliki persiapan lebih matang dalam menghadapi pemilu. "Kalau adhoc, setiap kali pemilu atau pilkada harus dibentuk. Dari sisi anggaran mahal. Kalau tetap, persiapannya lebih matang. Jadi tidak bolak-balik direkrut. Kemampuan kerjanya lebih kontinyu dibandingkan adhoc," katanya. [wir/ted]

Tag : pilgub jatim

Komentar

?>