Selasa, 25 Juli 2017

Pejabat Baru Bappeda Jember Kebingungan, Rapat Dihentikan

Rabu, 12 Juli 2017 22:38:20 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Pejabat Baru Bappeda Jember Kebingungan, Rapat Dihentikan

Jember (beritajatim.com) - Komisi C DPRD Jember menghentikan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), di gedung parlemen, Rabu (12/7/2017) sore. Bappeda dianggap tidak siap, setelah dua kali kesulitan memberikan penjelasan mengenai serapan APBD 2016.

Rapat dengar pendapat diikuti Pelaksana Tugas Kepala Bappeda Sugiarto Abdul Gani dan dua pejabat baru. Sugiarto menggantikan Edi Budi Susilo. Bidang Penelitian Pengembangan dan Data Pelaporan dijabat kepala baru yang berasal dari Dinas Pertanian, yakni Rahmatullah Hadi Witono dan Kepala Bidang Pemerintahan dan Sosial Budaya kini dijabat Andri Purnomo yang semula menjabat kepala sub bidang.

Sugiarto dan para pejabat Bappeda yang hadir sempat saling pandang, saat ditanya soal kajian bioteknologi oleh anggota Komisi C Bambang Hariyanto. "Sektor utama Jember adalah pertanian. Ketahanan pangan adalah dasar. Kajian-kajian ini tentunya membawa dampak luar biasa terhadap sektor pertanian. Saya ingin tahu penelitian bioteknologi ini itemnya seperti apa, walau pun anggarannya hanya Rp 197 juta," katanya.

Melihat Sugiarto dan para pejabat Bappeda tak langsung menjawab, Ketua Komisi C Siswono pun menyeletuk. "Ini kok meragukan. Apa rapat ini perlu di-cancel dulu, ditunda? Semestinya ini kan teamwork. Hal-hal yang terkait pembahasan ini seharusnya clear, siap. Jangan saling menoleh, menuding tidak jelas begini. Ini kita jadi tidak jelas. Saya cancel saja. Bagaimana, ditunda?" katanya.

Akhirnya pertanyaan itu dijawab Rahmatullah. Ia mengaku sebagai bagian dari tim perencana kajian bioteknologi saat masih bekerja di Dinas Pertanian. "Jadi salah satu item di penelitian bioteknologi adalah melakukan pemetaan hama dan penyakit, dan salah satunya merekomendasikan bioteknologi atau teknologi hayati yang dapat mengendalikan OPT (Organisme Pengganggu Tanaman)," katanya.

Rapat dengar pendapat kembali berlanjut. Namun, Siswono kehabisan kesabaran, setelah Sugiarto tak langsung bisa menjawab pertanyaan dari Rachmad Fachkurniawan, anggota Komisi C dari Fraksi Partai Golkar, soal anggaran pembuatan profil Kabupaten Jember tahun 2016 yang hanya terserap 47, 49 persen atau Rp 95,829 juta dari anggaran Rp 200,510 juta.

"Ini program yang sangat mudah dan ditunggu masyarakat banyak. Bentuk kegiatan yang bagaimana sehingga muncul anggaran Rp 200 juta, tapi realisasinya hanya Rp 95 juta? Bisa saya katakan, kalau seperti ini Bappeda ngawur dalam penyusunan. Kalau kajian lain serapannya 97 persen. Tapi ini profil daerah. Tugas pokok dan fungsinya harus jelas. Sudah direncanakan tapi malah tidak bisa melaksanakan," kata Rachmad.

Kali ini, Sugiarto dan para pejabat Bappeda Jember kembali saling pandang. Tak ada yang berani mengajukan diri untuk menjawab. "Ini perhatian. Kalau ada pertanyaan lagi, Anda masih seperti ini, rapat akan saya tutup dan saya tunda. Persoalan ini seharusnya sudah 'ngelontok' (hapal di luar kepala). Ini kan sudah dikerjakan. Ayo jangan main-main. Kami ini seharian membahas ini. Tak hanya fokus kepada Anda. Kalau Anda tidak siap, bilang tidak siap dari awal. Kami akan tunda. Jangan memalukanlah. Ada wartawan di sini. Memalukan sekali. Anda tidak profesional sama sekali," kata Siswono.

"Bagaimana ini, Pak Gik (Sugiarto)? Ditunda dulu? Masa dua kali ini sudah seperti ini? Yang profesional. Ini bidang Anda. Ini sudah dikerjakan Anda. Tapi ketika ada pertanyaan, Anda tidak mampu menerjemahkan apa yang dipertanyakan teman-teman, kan memprihatinkan sekali," kata Siswono.

Sugiarto dan para pejabat Bappeda tak bisa menjawab pertanyaan tajam Siswono. Akhirnya, Siswono memutuskan rapat dihentikan. "Sudah, saya tutup. Ini ditunda," katanya.

Usai rapat, Sugiarto mengaku kepada wartawan, sudah menghubungi pejabat lama di Bappeda untuk berkoordinasi. "Tapi pejabat lama ada kegiatan. Insya Allah segera kami akan intensif dengan pejabat lama yang menangani pada 2016, sehingga tahu persis bagaimana pelaksanaannya, dan bisa menjawab pertanyaan dengan baik. Kalau secara umum sudah saya jawab," katanya. [wir/suf]

Komentar

?>