Jum'at, 22 September 2017

Kepala Bappeda Jember Digeser Jelang Pembahasan PAPBD 2017

Rabu, 12 Juli 2017 20:25:11 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Kepala Bappeda Jember Digeser Jelang Pembahasan PAPBD 2017

Jember (beritajatim.com) - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Jember Edi Budi Susilo digeser oleh Bupati Faida menjadi Asisten Perekonomian dan Pembangunan menjelang pembahasan Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (PAPBD) 2017.

Kepala Bagian Pembangunan Sugiarto Abdul Gani ditunjuk menjadi pelaksana tugas menggantikan Edi, Rabu (12/7/2017). Selain itu, Bidang Penelitian Pengembangan dan Data Pelaporan kini dijabat kepala baru yang berasal dari Dinas Pertanian, yakni Rahmatullah Hadi Witono dan Kepala Bidang Pemerintahan dan Sosial Budaya kini dijabat Andri Purnomo yang semula menjabat kepala sub bidang. Kepala Sub Bidang Penelitan dan Pengembangan Daerah Ading Abdul Kadir Karim digeser menjadi Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial Kecamatan Mumbulsari.

Pergantian ini sempat bikin Komisi C DPRD Jember khawatir akan mempengaruhi perencanaan. "Apalagi perencanaan masuk di Bappeda. Syukur-syukur silpa (sisa lebih perhitungan anggaran atau jumlah anggaran tak tak terserap) naik lagi," sindir anggota Komisi C Deni Prasetya.

Sugiarto mengatakan, tidak boleh ada kekosongan dalam pemerintahan. "Ketika struktur dibentuk, sudah ada aturan berupa tugas pokok dan fungsi (tupoksi). Siapapun yang masuk wajib hukumnya memahami. Tapi terus terang kami belum baca (rencana Perubahan APBD, red)," katanya.

Sugiarto menyatakan pergantian tersebut tak memberikan pengaruh negatif dalam perencanaan di Bappeda. "Perencanaan di sini sudah dipetakan oleh pejabat lama dan rekam jejaknya pun kami pelajari, barangkali ada penajaman-penajaman. Tadi pagi saya sudah sampaikan ke bidang-bidang: tidak boleh bekerja sendiri-sendiri. Apalagi ada yang 'minteri' (sok pintar). Ini tim. Saling menutup, saling memberi, saling mengingatkan, sehingga hasilnya bisa dirasakan masyarakat," katanya.

Sugiarto mengingatkan, Bappeda tidak berhubungan langsung dengan masyarakat. "Tapi kami di lini yang mendukung. Tapi semangatnya tetap pelayanan terhadap masyarakat. Kami memberi dukungan kepada OPD (Organisasi Perangkat Daerah). Kami sudah sepakat teman-teman tim bekerjasama," katanya, menekankan pentingnya koordinasi dengan semua pihak untuk memecahkan hambatan dan kendala.

Kepala Bidang Pemerintahan dan Sosial Budaya Bappeda Andri Purnomo menambahkan, dari 38 OPD, sudah 11 OPD yang menuntaskan rencana detail pergeseran anggaran. "Ke depan secara estafet akan diteruskan sampai menghasilkan berapa komposisi kebutuhan, dan akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran PAPBD," katanya.

Menurut Andri, dari silpa Rp 649 miliar, ada dana hibah spesifik, seperti dana alokasi khusus dan jaminan kesehatan nasional (JKN). "Jadi sekitar Rp 199 miliar akan betul-betul kami prioritaskan untuk penambahan-penambahan dalam PAPBD," katanya.

Sugiarto tak khawatir, karena Bappeda tak bekerja sendiri. "Nanti ada Tim Anggaran dan BPKAD (Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah). Saya berusaha secepatnya (beradaptasi). Untuk memotong kompas, saya menggunakan tim. Tim bekerja dengan pembagian kerja dan koordinasi yang bagus. Itu upaya langkah percepatan, sehingga tidak macet," katanya. [wir/ted]

Komentar

?>