Senin, 24 Juli 2017

SSC: GI Menang Elektabilitas, Risma Unggul Akseptabilitas, Khofifah Popularitas

Rabu, 12 Juli 2017 16:28:57 WIB
Reporter : Rahardi Soekarno J.
SSC: GI Menang Elektabilitas, Risma Unggul Akseptabilitas, Khofifah Popularitas

Surabaya (beritajatim.com) - Surabaya Survey Center (SSC) mengumumkan hasil surveinya yang dilaksanakan pada 10-30 Juni 2018 di 38 kabupaten/kota se-Jatim di Hotel Yello Surabaya, Rabu (12/7/2017).

Hasilnya, jika disimulasikan tiga kandidat, elektabilitas Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mencapai 32 persen. Angka ini unggul dibandingkan Walikota Surabaya Tri Rismaharini 30,40 persen dan Mensos Khofifah Indar Parawansa 22,50 persen. Mereka yang belum menentukan pilihan 15,10 persen.

"Gus Ipul merupakan figur yang dipersepsikan publik sebagai cagub berpengalaman dan merakyat. Sementara Risma cagub yang tegas dan bersih. Kalau Khofifah sebagai cagub yang pintar
dan visioner," kata Direktur SSC Mochtar W Oetomo kepada wartawan.

Dia mengatakan, populasi dari survei ini adalah seluruh calon pemilih dalam pilgub Jatim 2018 atau seluruh penduduk Jatim yang minimal telah berusia 17 tahun dan/atau belum 17 tahun tetapi sudah menikah serta bukan TNI/Polri aktif.

Jumlah sampel 800 responden, diperoleh melalui teknik pencuplikan secara rambang berjenjang (stratified multistage random sampling). Margin of error sekitar 3,5 persen dan pada tingkat kepercayaan (level of confidence) sebesar 95 persen. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara tatap muka dengan pedoman kuisioner.

Jika disimulasikan 24 kandidat, tingkat popularitas tertinggi adalah Khofifah dengan 90 persen. Kemudian, disusul Gus Ipul 84,60 persen, Risma 79,80 persen, Anang Hermansyah 67,30 persen dan Azwar Anas 65,50 persen.

Sedangkan untuk tingkat akseptabilitas, Risma tertinggi dengan 75,80 persen, Gus Ipul 75,50 persen, Khofifah 67,90 persen, Mahfud MD 39 persen dan Anang Hermansyah 31,10 persen.

Dia menjelaskan, secara umum pemerintahan Gubernur Soekarwo dan Wakil Gubernur Saifullah Yusuf mendapat apresiasi yang baik dari masyarakat. Hal ini terlihat dari sebagian besar rakyat (48,10 persen) berpendapat bahwa
kondisi sekarang lebih baik dibanding kondisi pemerintahan sebelumnya dan hanya 2,10 persen yang berpendapat lebih buruk.

"Dari temuan survei ini, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Gubernur Soekarwo sebesar 65.80 persen, sedang untuk Wagub Saifullah Yusuf sebesar 49.90 persen," imbuhnya.

Masalah penuntasan kemiskinan (21,60 persen), pembangunan infrastruktur (14,40 persen) dan pendidikan gratis (11,60 persen), menurut publik adalah beberapa kritik publik terhadap pemerintahan Soekarwo dan Saifullah Yusuf, dan harus menjadi perhatian utama bagi Gubernur dan Wagub Jatim periode selanjutnya.

Temuan survei ini, hanya 45,60 persen publik yang menyatakan sudah tahu akan ada pilgub Jatim pada 2018. Sementara yang menyatakan belum tahu pilgub, angkanya lebih besar, yakni 54,40 persen. Artinya, pengetahuan publik terhadap waktu pilgub Jatim terbilang rendah. Hal ini menandakan sosialisasi yang dilakukan oleh pihak terkait belum cukup berhasil.

Padahal, survei ini juga menemukan antusiasme publik untuk menggunakan hak pilihnya pada saat pilgub digelar relatif tinggi, yakni mencapai angka 75 persen, yang menyatakan pasti akan menggunakan hak pilihnya.

"Jujur (22,40 persen) dan merakyat (16,80 persen) merupakan sifat atau aspek Gubernur yang paling diharapkan publik untuk memimpin Jatim lima tahun ke depan. Mayoritas publik menolak (80,20 persen) isu soal kemungkinan munculnya calon tunggal dalam pilgub Jatim 2018," tuturnya.

Sebagian besar publik yang menolak berpendapat calon tunggal dalam pilgub sebagai sesuatu yang tidak demokratis dan menunjukkan kegagalan dalam regenerasi kepemimpinan. Sementara sebagian besar yang setuju calon tunggal berpendapat, hemat, cepat dan meminimalisir konflik horizontal. (tok/kun)

Tag : pilgub jatim

Komentar

?>