Kamis, 21 September 2017

Sabar, Urus KTP di Banyuwangi Selesai Langsung Diantar ke Rumah

Sabtu, 08 Juli 2017 08:16:10 WIB
Reporter : Rindi Suwito
Sabar, Urus KTP di Banyuwangi Selesai Langsung Diantar ke Rumah
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat meninjau pelayanan kependudukan di kantor Dispendukcapil.

Banyuwangi (beritajatim.com) - Pemkab Banyuwangi mulai mendistribusikan KTP elektronik (KTP-el) langsung ke rumah warga secara bertahap. Distribusi langsung ke rumah warga ini untuk mempermudah warga dalam pengurusan KTP-el yang prosesnya cukup lama karena permasalahan teknis blanko dari pemerintah pusat.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, sejak sepekan terakhir, sebagian masyarakat sudah menerima KTP-el yang diantar langsung ke rumahnya oleh lurahnya masing-masing. Program ini dimulai dari Kecamatan Banyuwangi. “Petugas yang akan mendatangi warga, jadi tidak perlu mengambil sendiri di kantor," kata Anas, Sabtu (8/7/2017).

Anas sekaligus juga meminta maaf karena proses pengurusan KTP-el yang memakan waktu cukup lama. "Saya mohon maaf karena memang ada problem teknis terkait KTP-el. Dan ini dialami oleh hampir seluruh daerah di Indonesia," ujar Anas.

Anas mengatakan, perlu dipahami bahwa KTP-el saat ini prosesnya terus disempurnakan oleh pemerintah pusat. Indonesia tercatat baru pertama kali merintis model administrasi kependudukan berupa KTP-el tersebut, di mana semua data dikonsolidasikan di Jakarta.

"Ini berbeda dengan dulu, di mana KTP cukup diproses di daerah, sehingga relatif lebih cepat. Tapi bagaimana pun juga KTP-el ini sangat penting. Tantangan teknisnya memang tidak mudah, tapi akan sangat berguna karena semua data penduduk se-Indonesia terekam dengan baik," terang Anas.

Camat Banyuwangi Yusdi Irawan mengatakan, layanan antar KTP-el ke rumah warga telah dilaksanakan seluruh kelurahan di wilayahnya. Prosedurnya, KTP yang telah dicetak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil akan dikirimkan ke kecamatan, lalu kecamatan meneruskan ke kelurahan. “Pihak kelurahan yang mengantarkan KTP tersebut ke rumah-rumah warga. Kami telah menginstruksikan kepada seluruh Lurah untuk melaksanakan layanan antar KTP ini," kata Yusdi.

Sejauh ini, Banyuwangi pada Mei lalu telah menerima 40.000 blanko KTP-el dari pemerintah pusat. Tapi jumlah itu belum mencukupi, karena pemohon KTP-el sudah mencapai 76.000 orang. Itu pun belum termasuk penduduk yang melakukan perubahan data di KTP-el.

"Maka sesuai arahan dari Pak Menteri Dalam Negeri, blanko yang sudah datang dari pusat ini diprioritaskan bagi pemohon pemula. Jadi memang belum semua warga yang menunggu jadinya KTP-el ini bisa terlayani. Semoga bisa segera beres, dan tidak lama lagi Banyuwangi bisa dapat blanko dalam jumlah yang lebih besar," sambung Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Banyuwangi, Djafri Yusuf, melalui sambungan telp.

Dia menambahkan, untuk warga yang belum mendapatkan KTP-el, bisa mendapat Surat Keterangan (Surket) pengganti KTP-el yang fungsinya sama seperti KTP-el. Pengurusan Surket ini cukup di kantor kecamatan dan dapat dilakukan secara online. (rin/kun)

Komentar

?>