Kamis, 21 September 2017

Ini Alasan Pemkab Sragen Datang ke Banyuwangi

Soal Kemiskinan, Pemkab Sragen Belajar ke Banyuwangi

Kamis, 06 Juli 2017 20:32:04 WIB
Reporter : Rindi Suwito
Soal Kemiskinan, Pemkab Sragen Belajar ke Banyuwangi

Banyuwangi (beritajatim.com) – Keberhasilan Banyuwangi menurunkan angka kemiskinan, mendapat perhatian khusus dari berbagai daerah. Salah satunya, Pemkab Sragen, Jawa Tengah yang secara khusus datang ke daerah di ujung timur Pulau Jawa itu untuk belajar tentang hal tersebut.

Wakil Bupati Sragen Dhedy Endriyatno datang bersama 17 orang jajarannya untuk belajar startegi penurunan kemiskinan di Banyuwangi. Dia mengatakan sebagai ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) di daerahnya, dirinya telah lama memantau Banyuwangi.

“Banyuwangi sangat layak menjadi tempat untuk studi tiru terkait hal tersebut karena capaiannya yang fenomenal,” ucap Wabup Dhedy,  Kamis (6/7/2017).

Pemkab Sragen telah mendengar dan mengetahui, melalui strategi jitu Banyuwangi dalam mengentaskan kemiskinan. Apalagi setelah rombonggan Pemkab Sragen mendengar langsung penjelasan dari Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko. Sehingga, Dhedy memastikan, pihaknya tak ragu akan mengadopsi dan menerapkan kiat-kiat sukses pengentasan kemiskinan Banyuwangi.

“Bagi kami, Banyuwangi ini cukup fenomenal. Tahun 2011 lalu, Banyuwangi masih benchmark ke Sragen. Tapi empat tahun terakhir, malah Banyuwangi yang menyalip jauh daerah kami, khususnya dalam hal penurunan angka kemiskinan. Ini yang membuat kami penasaran sehingga ingin belajar serius ke sini,” kata Dhedy.

Selain strategi pengentasan kemiskinan, Dedhy menyatakan pihaknya juga
ingin belajar pengelolaan Pariwisata di Banyuwangi. Menurutnya, geliat
pariwisata Banyuwangi kian meningkat tajam.

“Kami lihat, kunjungan wisatawan di Banyuwangi juga terus meningkat dari tahun ke tahun. Mumpung di sini, kami ingin belajar juga bagaimana cara Banyuwangi mengelola potensi wisatanya. Sragen punya situs sejarah Sangiran, pemandian air panas dan potensi lainnya yang ingin kami kembangkan,” terang Dhedy.

Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko menyambut baik kedatangan dan niat baik dari rombongan Pemkab Sragen tersebut. Menganai keinginan ingin belajar pengentasan kemiskinan, Wabup menerangkan secara gamblang mengenai strategi daerahnya.

Wabup Yusuf menjelaskan, keberhasilan Banyuwangi dalam menurunkan angka kemiskinan adalah berkat strategi  keroyokan bersama banyak pihak. Pemerintah, BUMN, dan swasta bergandengan tangan saling mendukung menyelesaikan masalah-masalah kemiskinan.

“Sebab jika hanya mengandalkan dana dari APBD, masalah kemiskinan tidak akan pernah selesai. Misalkan saat TNI akan melakukan karya bakti, kita arahkan untuk membuat program bedah rumah. Ini akan memperluas sasaran pengentasan kemiskinan yang belum tercover APBD. Dengan cara seperti ini jumlah kemiskinan di Banyuwangi lebih cepat berkurang,” kata Yusuf saat menerima rombongan tersebut di ruang Rempeg Jogopati.

Secara detail, Yusuf menjelaskan, angka kemiskinan di Banyuwangi juga masih tinggi. Di tahun 2010, jumlahnya mencapai 20,4 persen. Bahkan di tahun 2014 banyak ditemukan orang miskin baru.

“Maka, mulailah pemkab membuat sistem yang terintegrasi antar SKPD, khususnya dengan Bappeda. Data kemiskinan yang ada di Badan Pusat Statistik pun terintegrasi dengan Bappeda, by name by address,” katanya.

Pemkab, lanjut Yuusf, juga membentuk Tim Pemburu Kemiskinan, Tim Pemburu Anak Putus Sekolah dan menggelar pelatihan bagi perangkat desa untuk bisa menyelesaikan urusan pembuatan Surat Pernyataan Miskin (SPM) di tingkat desa. Inovasi-inovasi ini, melengkapi inovasi sebelumnya yang telah dibuat pemkab. Seperti  Bantuan Operasional Siswa (BOS) dan program Siswa Asuh Sebaya (SAS), dimana secara periodik siswa yang mampu menyisihkan uang sakunya untuk membantu kebutuhan belajar siswa yang tidak mampu.

“Langkah-langkah ini, membuahkan hasil yang cukup baik. Pada tahun 2015, angka kemiskinan turun menjadi 9,2 persen, dan data terakhir (2016) turun lagi menjadi 8,79 persen,” terangnya.

Tak hanya itu, pemkab juga menggandeng beberapa perusahaan dan perbankan agar mau mengeluarkan program Corporate Social Responsibility (CSR)-nya untuk mengentaskan rakyat miskin.

"Kami kumpulkan perusahaan dan perbankan. Pertemuan dengan perusahaan itu kami kemas dalam bentuk coffee morning atau gathering. Disitu kami ceritakan keinginan kami untuk membantu warga miskin dengan membedah rumah mereka. Mereka dipersilahkan mau menyumbang berapa. Dan ternyata mereka welcome dengan program yang kami buat,"tutur nya.

Banyuwangi juga fokus pada empat sektor dalam mengentaskan kemiskinan. Mulai dari tingkat pendidikan, kesehatan, produktivitas pertanian dan Industri Kecil Menengah (IKM).

“Masing-masing kecamatan kita potret berdasarkan empat sektor tersebut, yang langsung kita sandingkan dengan tingkat kemiskinannya,” pungkasnya. [rin/but]

Komentar

?>