Senin, 18 Desember 2017

Risma Yakin Tak Ada PNS Berani Bolos

Senin, 03 Juli 2017 13:47:24 WIB
Reporter : Arif Fajar Ardianto
Risma Yakin Tak Ada PNS Berani Bolos
Walikota Surabaya, Tri Rismaharini berlebaran dengan karyawan Pemkot Surabaya. [Foto: arief/bj.com]

Surabaya (beritajatim.com)-- Hari pertama masuk kerja setelah libur Hari Raya Idul Fitri dimanfaatkan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, Wakil Wali Kota Wisnu Sakti Buana, pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) dan jajaran DPRD Surabaya Surabaya untuk ber-halal bihalal dengan saling bermaaf-maafan, Senin (3/7/2017).

Halaman Taman Surya yang menjadi tempat halal bihalal penuh ratusan pegawai negeri sipil, karyawan dan karyawati di lingkungan Pemkot Surabaya yang mengantre bersalaman dengan wali kota dan wawali.

Antrean panjang halal bihalal diawali Sekkota Surabaya, Hendro Gunawan yang bersalaman dengan wali kota yang didampingi wawali. Kemudian satu demi satu jajaran kepala SKPD serta pimpinan dan anggota DPRD Surabaya. Lantas diikuti karyawan dan karyawati, termasuk juga para wartawan, yang sehari-hari meliput agenda wali kota dan Pemkot Surabaya.

"Minal aidzin mohon maaf," ujar wali kota sambil tersenyum sembari menyalami satu per satu ratusan pegawai dan karyawan/karyawati.

Seusai acara halal bihalal, ditanya wartawan perihal kemungkinan adanya pegawai negeri di lingkungan Pemkot Surabaya yang memperpanjang liburnya, Wali Kota Tri Rismaharini menyampaikan bahwa PNS di Pemkot Surabaya sudah paham tugas dan kewajibannya.

Karenanya, tambahnya, wali kota meyakini tidak akan ada yang nekad bolos di hari pertama masuk kerja usai libur Lebaran. Terlebih, sambung wali kota, Inspektorat dan Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) akan melakukan inspeksi.

"Saya yakin mereka sudah mengerti dan sudah tahu. Apalagi ini liburnya kan panjang dan lama. Insya Allah tak ada (yang memperpanjang libur),” jelas Risma.

Kalaupun ternyata ada PNS di Pemkot Surabaya yang tidak masuk di hari pertama kerja usai libur bersama Lebaran, wali kota menyebut harus dicek dulu alasan (reason) yang bersangkutan sehingga sampai tidak masuk kerja.

Wali kota mencontohkan, tahun lalu ada yang tidak masuk kerja ketika hari pertama setelah libur Idul Fitri. Ternyata tidak masuk kerjanya karena sakit.

“Kalau ada yang tidak masuk, pasti ada alasannya. Dulu ada yang tak masuk karena sakit. Kalau sakit tentu akan diproses lebih lanjut, pakah memang sakit beneran. Kalau sampai ada yang berani bolos, pasti ada sanksinya,” sambung wali kota. [air/rif]

Komentar

?>