Jum'at, 15 Desember 2017

PPP Komitmen Usung Kader Internal di Pilkada 2018

Senin, 19 Juni 2017 21:55:57 WIB
Reporter : Samsul Arifin
PPP Komitmen Usung Kader Internal di Pilkada 2018

Pamekasan (beritajatim.com) - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) komitmen untuk memberangkatkan kader internal untuk maju pada peksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 mendatang.

Terlebih dengan 9 kursi legislatif di DPRD Pamekasan juga menjadi alasan tersendiri untuk mengusung kader partai pada pesta demokrasi tingkat kabupaten yang dijadwalkan digelar Juli 2018.

"Sampai detik ini kita akan memberangkatkan kader sendiri sebagai bupati, karena kita partai pemenang pemilu," kata Wakil Sekjen DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ahmad Baidowi di Pamekasan, Senin (19/6/2017).

Bahkan pihaknya menilai sejumlah kader sangat potensial untuk dicalonkan sebagai orang nomor satu di lingkungan pemkab Pamekasan, terlebih dengan tuntasnya struktur kepengurusan di tingkat DPC PPP Pamekasan.

"Target kami di nomor 1 (bupati), karena memang PPP memiliki kekuatan signifikan di Pamekasan. Apalagi sudah menjadi keputusan DPP bahawa di daerah yang cukup kursi harus memberangkat kader sendiri," ungkapnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga sudah melakukan beberapa kali survei internal di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam. "DPP sudah melakukan survei dan termonitor. Bulan lalu 3 orang (kader) potensial terjaring, seminggu lalu ternyata ada 4 kader," jelasnya.

"Keempat kader ini memiliki latar belakang berbeda, Pak Halili mewakili legislatif, Pak Kholil As'ary mewakili birokrasi, KH Mundhir mewaliki struktural dan ulama, Wazirul Jihad mewakili kalangan pemuda dan aktivis," sambung anggota DPR RI itu.

Namun tidak menutup kemungkinan juga akan membuka peluang bagi kader lain untuk berpartisipasi pada pilkada mendatang. "Bagaimanapun kita kan butuh pasangan, karena tidak mungkin dua-duanya dari PPP dan harus koalisi. Konfigrasi politik menuju M1 dan M2 (bupati dan wabup) harus merangkul berbagai elemen untuk menyusun kekuatan," bebernya.

Saat disinggung soal hasil survei para kandidat, pihaknya enggan menjelaskan secara detail sekalipun para andalan dari partai berlogo Ka'bah cukup jauh dibandingkan figur lain. "Kita lihat dulu tiga bulan ke depan dinamika politik di Pamekasan," elaknya.

"Kader internal kita himbau dan kita instruksikan untuk sosialisasi, kan bisa jadi nama kiai Mundhir (Ketua DPC PPP Pamekasan) bisa masuk jajaran survei sekalipun belum tentu berkenan. Kalau mau bergabung dengan PPP silakan, kami tidak masalah," pungkasnya. [pin/but]

Komentar

?>