Selasa, 22 Agustus 2017

Bupati Anas Penuhi Janji Ketemu Para Netizen

Rabu, 14 Juni 2017 10:01:33 WIB
Reporter : Rindi Suwito
Bupati Anas Penuhi Janji Ketemu Para Netizen

Banyuwangi (beritajatim.com) - Para pelaku media sosial yang terpilih langsung oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas akan mendapat bingkisan buka bareng. Janji itu yang pernah diucapkan oleh orang nomor satu di Banyuwangi tersebut.

Kali ini, janji tersebut dipenuhi oleh sang Bupati. Mereka yang beruntung adalah para anak muda yang mengikuti sebuah sayembara di media sosial mereka dengan Tagar #CeritakanPrestasimu beberapa waktu lalu.

Ribuan cerita prestasi yang masuk dan mengikuti alur ini, baik dari anak yang tinggal di Banyuwangi maupun yang tinggal di luar. Mereka mengirimkan cerita tersebut di laman Facebook maupun Instagram Bupati Anas. Juri dalam lomba ini adalah Bupati Anas sendiri, sehingga terpilihlah 21 anak yang beruntung diundang langsung ke Pendopo Sabha Swagata Blambangan.

Setelah terpilih, ternyata hanya ada 13 anak yang dapat menghadiri undangan Bupati. Karena beberapa anak berhalangan dengan alasan ada yang menempuh ujian perkuliahan.

"Prestasi mereka yang diceritakan di media sosial, kita harapkan bisa menjadi virus positif untuk bisa ditiru oleh generasi muda Banyuwangi lainnya. Tentu tidak hanya cerita mereka, tapi juga ribuan cerita lainnya," ungkap Bupati Anas.

Cerita berprestasi yang terpilih sendiri berasal dari latar belakang yang berbeda. Seperti halnya cerita dua dosen muda yang meraih prestasi Internasional, yaitu Dana Yudha dan Sandi Ferdiansyah.Yudha berhasil menjuarai Innovative Teaching Award dari Royal Melbourne University of Technology. Sedangkan Sandi berhasil mempresentasikan makalahnya tentang pendidikan di UTS: Insearch Australia.

Prestasi lain juga ditorehkan Tessa Yunica Fidnanda. Gadis yang sedang kuliah di Universitas Ciputra tersebut, telah mencatatkan prestasi dalam bidang fashion dan modelling sejak belia. Adapula Mochammad Rizki Hilmadani yang juara di bidang Taekwondo, Annisa Tazkiya yang meraih berbagai prestasi dan beasiswa dari kemahirannya berbahasa Mandarin, dan Muchlis Darma Putra yang berhasil menulis dua buku antologi puisi.

Ada juga prestasi sosial yang berhasil ditorehkan oleh mereka. Seperti halnya Ida Irnawati. Selain menulis puisi, ibu rumah tangga ini juga aktif mendedikasikan hidupnya untuk bergerak dalam pendidikan inklusif bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

Ada pula Febri Pratama Putra. Anak muda ini sukses melakukan aksi penyelamatan terumbu karang di pantai Pulau Merah, Pesanggaran. Begitu pula Galang Anggriawan yang sukses mempromosikan berbagai kebudayaan Banyuwangi di kota Malang bersama para mahasiswa Banyuwangi yang sedang menempuh pendidikan di kota apel itu.

Selain prestasi, juga ada cerita yang berupa perjuangan hidup yang inspiratif. Seperti halnya yang diceritakan oleh Fahmi Firdausi dan Mochammad Hafid. Keduanya berjuang untuk meraih pendidikan yang terbaik di tengah keterbatasan ekonomi yang ditanggung oleh keluarga. Dengan mandiri, mereka berusaha untuk membiayai pendidikan dan kehidupannya.

Cerita inspiratif lainnya dating dari Suhariyanto. Berkat ketekunannya mengikuti program pelatihan Bahasa Inggris yang dihelat oleh Pemkab Banyuwangi bagi para pengayuh becak, ia akhirnya mahir berbahasa internasional itu. Atas kemahirannya tersebut, ia sempat beberapa kali di undang dalam acara talkshow televisi nasional.

Selain itu, ada pula Dedi Mizwar. Anak penyandang disabilitas ini mampu meraih banyak prestasi dari bidang story telling di tingkat nasional. "Luar biasa adik Dedi Mizwar ini. Kita harus terinspirasi dari adik Dedi dan teman-teman lainnya ini," ujarnya. [rin/suf]

Komentar

?>