Selasa, 26 September 2017

Jadi Opsi Pertama PDIP dan Unggul Survei, Ini Tanggapan Gus Ipul

Senin, 12 Juni 2017 14:46:32 WIB
Reporter : Rahardi Soekarno J.
Jadi Opsi Pertama PDIP dan Unggul Survei, Ini Tanggapan Gus Ipul

Surabaya (beritajatim.com) - Langkah mengusung Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sebagai bacagub Jatim merupakan opsi pertama di antara tiga opsi PDIP. Maka, PDIP akan mencarikan pendamping Gus Ipul dari kader PDIP.

"Opsi pertama Gus Ipul dikondisikan dipasangkan dengan kader PDI Perjuangan. Opsi kedua, kepala daerah yang berprestasi, atas kehendak rakyat akan dipromosikan ke atas. Kemudian, ketiga adalah mendorong kader internal untuk maju," ujar Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Jakarta kemarin.

Apa tanggapan Gus Ipul? "Pendapat Pak Hasto harus kita hormati. Pilkada bukan sekadar menang kalah, tapi konsolidasi partai untuk menyejahterahkan rakyat dan menjaga Indonesia. Kepentingan nasional harus jadi prioritas dan perhatian kita bersama," tutur Gus Ipul kepada wartawan di ruang kerjanya setelah menerima perwakilan warga Lakardowo-Mojokerto, Senin (12/6/2017).

Terkait pernyataan Hasto yang juga menyebut bahwa PDIP 'nyaman' jika nantinya berkoalisi dengan PKB, Gus Ipul juga mengaku dekat dengan PDIP. "Saya merasa nyaman dan kenal dengan semua pimpinan PDIP. Pilkada harus banyak manfaatnya, bukan sekadar menang dan kalah. Kesejahteraan rakyat di era globalisasi sangat penting," jelasnya.

Ditanya hasil survei Poltracking dan Indikator Politik Indonesia yang menempatkan dirinya unggul dibandingkan Risma dan Khofifah, Gus Ipul mengaku bersyukur.

"Ya, tapi kedua survei itu kan petunjuk awal. Situasinya masih dinamis, tentu ini sebagai bahan untuk evaluasi dan mengambil langkah-langkah ke depan. Saya berterimakasih ada yang bikin survey dan hasilnya seperti itu. Kami lihat sebagai sesuatu yang positif lah. Paling tidak apa yang sudah diakukan diapresiasi masyarakat. Dan ini semua tahu, survei belum bisa jadi patokan, masih lama masih setahun," ungkapnya.

Untuk diketahui, PDIP belum menentukan calon dalam pemilihan gubernur di Jawa Timur (Jatim) 2018. Namun, PDIP memberi sinyal berkoalisi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

"Lebih-lebih PKB juga didirikan dengan momentum politik tidak jauh berbeda dengan PDI. Ketika PKB dibentuk, Gus Dur berkoordinasi dengan Ibu Mega," ujar Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di acara rilis survei Pilgub Jatim oleh Poltracking Indonesia di Hotel Morrissey, Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta, Minggu (11/6/2017).

PKB sendiri sudah mencalonkan Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf atau Gus Ipul sebagai Bakal Calon Gubernur Jatim. PDIP menyebut sudah ada kenyamanan dengan PKB.

"Maka di Jawa Timur ini, kami merasa lebih nyaman bersama PKB. Dan ini adalah sinyal baik," ujar Hasto.

Selain itu, Hasto mengatakan Gus Ipul punya peluang dengan elektabilitas tinggi. Hal ini merupakan salah satu efek dari Gus Ipul sebagai pertahana.

"Gus Ipul sebagai wakil ingin menjadi gubernur. Itu hal wajar. Dan Pak Karwo (Gubernur Jatim Soekarwo) mulai mendukung Gus Ipul," ucap Hasto.

Selain itu, mengusung Gus Ipul merupakan opsi pertama diantara tiga opsi. Maka, PDIP akan mencari kan pendamping dari Gus Ipul dari Kader PDIP.

"Opsi pertama Gus Ipul dikondisikan dipasangkan dengan kader PDI Perjuangan. Opsi kedua, kepala daerah yang berprestasi, atas kehendak rakyat akan dipromosikan ke atas. Kemudian, ketiga adalah mendorong kader internal untuk maju," ujar Hasto. (tok/kun)

Komentar

?>