Kamis, 23 Nopember 2017

Bupati Anas: Saya Dulu Juga Anak Desa!

Rabu, 31 Mei 2017 23:23:45 WIB
Reporter : Rindi Suwito
Bupati Anas: Saya Dulu Juga Anak Desa!

Banyuwangi (beritajatim.com) - Setidaknya kata itu yang membuat motivasi para anak di pesisir pantai Ikan Muncar meninggi. Kata yang sederhana, tapi diucapkan oleh orang nomer satu di Banyuwangi, yakni Bupati Abdullah Azwar Anas di depan mereka langsung.

Anas menemui puluhan anak-anak itu saat berkunjung di Pelabuhan Muncar, Rabu (31/5/2017). Beberapa pesan yang menginspiratif diucapkan oleh bupati.

Salah satunya, menggambarkan perjalanan hidupnya mulai kecil sampai akhir sukses menjadi pemimpin daerah The Sunrise Of Java ini. Para anak-anak yang juga didampingi orang tuanya itu, terlihat mendengarkan dengan seksama.

"Jangan salah saya dulu juga anak desa, rumah saya di pinggiran sungai di Desa Karangdoro. Abah saya hanya seorang santri yang selalu mendoakan saya agar menjadi orang yang berdedikasi tinggi. Kuncinya selain doa dari orang tua. Sejak kecil bapak tidak pernah menyerah untuk terus belajar dan bersekolah. Hayo anak-anak ada yang punya cita-cita jadi bupati nggak?," ucapnya di depan anak-anak tersebut.

Inspirasi lain juga datang dari cerita nabi besar Muhammad SAW yang disampaikan bupati. Menurutnya, cerita perjalanan hidup sang nabi saat kecil hingga menjadi seorang utusan Allah merupakan tuntunan yang sangat baik.

"Lihat, Nabi Muhammad dulu sejak kecil sudah menjadi anak yatim piatu. Tapi berkat dedikasi dan perjuangan tanpa putus asa maka apa yang diinginkan dapat tercapai. Jadi anak-anak di sini juga jangan putus asa untuk terus belajar menuntut ilmu," katanya.

Kepada para anak-anak tersebut, Anas berpesan, agar mereka tidak patah semangat dalam belajar dan meraih cita-cita. Apalagi sekarang pemda juga punya beasiswa Banyuwangi Cerdas untuk membiayai anak-anak berprestasi untuk kuliah, jadi harus semangat terus belajarnya.

"Intinya anak-anak jangan putus asa, pemda akan memberikan beasiswa penuh bagi anak miskin berprestasi, anak hafal al-quran lebih dari 15 juz juga akan mandapat beasiswa. Jadi kalau anak-anak pintar bisa mendaftar ke pemda. Enak, beasiswa penuh sampai lulus dan dikasih uang saku Rp 600 ribu perbulan," ungkapnya.

Sejenak kemudian, bupati Anas membuka kuis bagi anak-anak yang sudah berada di depannya. Pertanyaannya gampang, seperti menyebutkan presiden pertama indonesia dan wakilnya. Tapi mungkin sulit bagi anak-anak seumur 5-10 tahunan. Bahkan, mereka harus dibantu orang tuanya untuk menjawabnya.

"Ayo siapa yang tahu presiden pertama Indonesia? Kalau wakil presiden pertama Indonesia ada yang tau," tanya Bupati Anas.

Usai memberikan kuis, ada momen yang mampu menggetarkan rasa nasionalisme warga dan anak-anak di tempat itu. Karena secara spontan, Bupati Anas mengajak mereka menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Berkumandanglah Indonesia Raya yang tak hanya diikuti anak-anak, bersama ratusan warga yang hadir. Bupati kala itu juga spontan rela menjadi konduktornya.

"Daripada siang-siang dengarkan sambutan malah ngantuk, ayo sekarang bersama-sama kita nyanyi lagu Indonesia Raya," kata Anas.

Pada kesempatan tersebut Anas membagikan paket sembako bagi 650 keluarga nelayan dari enam desa. Paket sembako itu terdiri atas beras 10 kilogram, gula pasir 2 kilogram, minyak goreng 2 liter, dan susu kental manis 2 kaleng. Pembagian sembako ini akan berlanjut kepada warga lain. Total ada sekitar 1500 paket sembako yang dibagikan di warga sekitar kampung nelayan. [rin/suf]

Komentar

?>