Jum'at, 22 September 2017

Mojokerto Akan Dibangun Rel Ganda, Pemkot Antisipasi Bangun Rusunawa

Jum'at, 26 Mei 2017 09:17:17 WIB
Reporter : Misti P.
Mojokerto Akan Dibangun Rel Ganda, Pemkot Antisipasi Bangun Rusunawa

Mojokerto (beritajatim.com) - Pemkot Mojokerto akan membangun rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Pembangunan rusunawa dengan kapasitas untuk 120 Kepala Keluarga (KK) tersebut sebagai langkah antisipasi akan adanya pembangunan rel ganda.

Pasalnya, rencana pembangunan rel ganda bakal menggusur ratusan KK yang menghuni secara liar tanah milik PT KAI di Kota Mojokerto. Sehingga Pemkot Mojokerto akan menyiapkan rusunawa di tanah aset milik Pemkot Mojokerto seluas 7.000 meter persegi di depan MAN 1 Kota, Kelurahan Prajuritkulon, Kecamatan Prajuritkulon.

Walikota Mojokerto Mas'ud Yunus membenarkan, jika pembangunan rusunawa ada kaitannya dengan dobel trek yang akan dibangun PT KAI. "Kami sikapi warga yang menempati tanah PT KAI harus relokasi ke rusunawa. Ada tiga keluraha yang berdampak yakni Miji, Prajuritkulon dan Meri," ungkapnya, Jum'at (26/5/2017).

Masih kata Walikota, pembangunan rusunawa dilakukan sepenuhnya oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Menurutnya, Pemkot Mojokerto hanya dibebani untuk menyiapkan lahan yang dimulai tahun 2017 ini. Pemkot Mojokerto mengalokasikan Rp2,5 miliar dari APBD TA 2017 untuk pengurukan lahan 7.000 meter persegi.

"Rusunawa sekarang ini proses lelang tanah uruk karena masig berupa rawa, kemarin mengalami retender. Pembangunan fisiknya baru dilaksanakan 2018 setelah lahan siap. Di atas lahan tersebut nantinya dibangun dua unit rusunawa dengan kapasitas 120 KK. Pembangunan rusunawa dananya dari pemerintah pusat," terangnya.

Walikota menegaskan, jika rusunawa tersebut sudah siap maka yang diprioritaskan menempati yakni warga yang terdampak proyek pembangunan rel ganda. Selain menyiapkan lahan, saat ini pihaknya melakukan pendataan terhadap para calon penghuni yang dilakukan oleh Bappeko.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahaan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Pemkot Mojokerto, Samsul Hadi menambahkan, proses pengurukan lahan rusunawa akan dilakukan dalam dua tahap. "Tahap pertama senilai Rp1 miliar saat ini dalam proses lelang. Dengan dana itu, ditargetkan mampu menyentuh 40 persen dari total lahan rusunawa," ujarnya.

Pengurukan lahan sisanya, lanjut Samsul, menunggu anggaran dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2017 dengan alokasikan anggaran sebesar Rp1,5 miliar. Bakal ada ratusan KK penghuni tanah PT KAI tergusur akibat proyek tersebut. Namun, proyek yang rencananya dimulai tahun 2017 itu sampai saat ini masih sampai di jalur Madiun-Jombang.[tin/kun]

Komentar

?>