Kamis, 22 Juni 2017

Pemkot Surabaya Gelar Simulasi Bencana Alam

Jum'at, 19 Mei 2017 19:54:11 WIB
Reporter : Arif Fajar Ardianto
Pemkot Surabaya Gelar Simulasi Bencana Alam

Surabaya (beritajatim.com) - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui perangkat daerah terkait melakukan simulasi bencana alam, kebakaran, dan orang tenggelam di ruang command center gedung eks-siola lantai 2.

Antiek Sugiharti selaku Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika mengatakan tujuan simulasi ini untuk melatih petugas yang ada di command center maupun yang ada di lapangan agar cepat dan responsive dalam menangani setiap keluhan masyarakat.

“Ini sesuai dengan standar walikota agar respon timenya tidak lebih dari 10 menit,” terangnya, Jum’at, (19/5/2017).

Selain simulasi, sambung Antiek, tim command center yang terdiri atas Dishub, Dinkes, PMK, DKP, satpol PP, PMI, Basarnas, Linmas, Kepolisian, Tim SAR dan perangkat daerah terkait, akan menyambut kedatangan tim juri dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan).

“Mengingat Surabaya masuk 99 besar nominasi pelayanan publik terbaik se Indonesia maka tim juri yang berjumlah 5 orang terdiri dari profesor-profesor salah satunya Ziti Suhroh akan meninjau dan menilai pelayanan di command center,” jelas Antiek.

Nantinya, pada saat simulasi berlangsung akan dipilih 5 lokasi diantaranya Wilayah barat, timur, utara, selatan dan pusat. Sementara yang akan bertugas ketika Hari-H adalah semua tim gabungan dari Dishub, Dinkes, PMK, DKP, satpol PP, PMI, Basarnas, Linmas, Kepolisian, dan Tim SAR.

Ditanya harapan terkait lomba pelayanan publik, Antiek berharap agar teman-teman yang menjalankan simulasi mampu menunjukkan kinerja yang cepat dan responsive. Dengan begitu tim juri akan melihat bagaimana kinerja, respon dan kekompakan tim ketika menerima laporan dalam suatu kejadian.

“Sebab, tujuan utama kami bukan pengharagaan melainkan pelayanan cepat dan tanggap yang kami inginkan untuk warga Surabaya,” tegas mantan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (Bapemas dan KB) tersebut.

Berdasarkan pantauan di lokasi, simulasi di ruang command center berjalan cukup baik, meski terkadang sedikit banyak kesalahan dilakukan oleh kawan-kawan yang bertugas di dalam maupun di lapangan.

“Kami akan terus berbenah dan mencoba untuk berbuat lebih baik dalam melayani masyarakat,” ujarnya.[ted]

Komentar

?>