Selasa, 26 September 2017

Pilgub, Gerindra Usung Mantan Pangarmatim asal Jombang?

Jum'at, 19 Mei 2017 14:32:53 WIB
Reporter : Rahardi Soekarno J.
Pilgub, Gerindra Usung Mantan Pangarmatim asal Jombang?

Surabaya (beritajatim.com) - DPD Partai Gerindra Jatim telah menjalin komunikasi politik secara intensif dengan Partai Demokrat dan PAN untuk menghadapi pilgub Jatim 2018. Di luar partai itu, PKS dan PPP juga akan menyusul diajak berkoalisi mengusung pasangan.

Dengan Demokrat dan PAN, pengurus Gerindra Jatim telah melakukan pertemuan formal dan saling berkunjung ke kantor partai. Dengan parpol lainnya, Gerindra baru sebatas komunikasi informal.

Ada dua nama calon gubernur atau wakil gubernur dari kader internal Gerindra yang siap ditarungkan dengan kandidat kuat lainnya, seperti Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Khofifah Indar Parawansa dan Tri Rismaharini.

"Dua nama kader internal Gerindra itu adalah Ketua Harian DPP Partai Gerindra Laksamana Madya TNI (Purn) Moekhlas Sidik dan Ketua DPD Partai Gerindra Jatim Soepriyatno. Pak Moekhlas Sidik adalah mantan Pangarmatim dan Wakil Kasal. Beliau asli Jombang," kata Sekretaris DPD Partai Gerindra Jatim Anwar Sadad kepada beritajatim.com, Jumat (19/5/2017).

Mengapa harus kader internal? Dia menegaskan, keputusan mengusung kader internal itu diambil pada Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) Gerindra Jatim tahun 2016 di Kota Batu. "Tapi kami juga memperhatikan aspirasi masyarakat Jatim yang menginginkan gubernur dari kader NU. Ini karena Jatim adalah basisnya Nahdliyyin," ujarnya.

Menurut dia, putusan terakhir tentang siapa yang akan didukung tetap diserahkan pada Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto dan DPP.

Mengingat, untuk bisa mencalonkan gubernur, Gerindra masih kekurangan kursi. Di DPRD, Gerindra baru memiliki 13 kursi, sedangkan syarat pencalonan minimal sebesar 20 kursi.

"Belajar dari kemenangan Anies-Sandi yang diusung Gerindra bersama PKS dan PAN di Pilkada DKI Jakarta, kami siap memenangkan pilgub Jatim. Kalau di Jakarta kan semangatnya warga DKI Jakarta butuh perubahan atau asal bukan Ahok. Kalau di Jatim mungkin beda, aspirasinya menginginkan Gubernur dari NU. Bisa saja kader kami jadi pasangan cagub NU seperti Gus Ipul atau Khofifah. Politik itu dinamis," tuturnya. [tok/but]

Tag : pilgub jatim

Komentar

?>