Kamis, 22 Juni 2017

PKL Jember Tak Diobrak-abrik Jika Belum Ada Tempat Relokasi

Rabu, 17 Mei 2017 22:15:27 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
PKL Jember Tak Diobrak-abrik Jika Belum Ada Tempat Relokasi

Jember (beritajatim.com) - Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Jember memiliki 636 orang personel. Namun mereka tak akan terburu-buru melakukan penggusuran pedagang kaki lima saat ini.

"Kalau kita bicara dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), di sana bunyinya penataan dan pembinaan PKL, bukan penertiban," kata Kepala Satpol PP Farouq.

Dalam penataan PKL itu, Satpol PP hanya gugus tugas yang mendukung proses penataan tersebut. Organisasi perangkat daerah yang mengomandani penataan dan pembinaan PKL adalah Dinas Cipta Karya. Satpol PP baru bergerak memindahkan PKL jika sudah ada tempat relokasi. "Jadi Satpol PP tidak mengobrak-abrik PKL selama belum ada tempat yang layak bagi para PKL. Saya baca grand design-nya seperti itu," kata Farouq.

"Mumngkin grand design penataan PKL tidak menggerebek untuk ditertibkan, tapi ada solusi. Sebelum PKL dipindahkan, pemerintah membuat solusi tempat yang layak untuk mereka," kata Farouq.

Anggota Komisi A DPRD Jember David Handoko Seto menyarankan pemerintah daerah meniru Pemerintah Kota Bandung. "Kalau kita lihat di Bandung, kita bisa ayem duduk di pinggir trotoar, tidak ada pedagang. Setelah saya tanya, ternyata di sana ada peraturan daerah yang tak hanya mengatur hak dan kewajiban pedagang tapi juga konsumen. Ketika ada PKL berdagang (di tempat yang menyalahi aturan) dan ada konsumen yang membeli, maka konsumennya didenda," katanya. [wir/kun]

Tag : pkl jember

Komentar

?>