Rabu, 20 September 2017

Bhumi Tumapel, Rumah Pintar Pemilu di Kabupaten Malang

Senin, 15 Mei 2017 16:34:46 WIB
Reporter : Brama Yoga Kiswara
Bhumi Tumapel, Rumah Pintar Pemilu di Kabupaten Malang

Malang (beritajatim.com) - Bhumi Tumapel. Nama ini resmi disandang menjadi identitas Rumah Pintar Pemilu (RPP) yang digagas Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Malang. RPP, dibuat untuk mensosialisasikan serta mengedukasi masyarakat di tempat ini tentang kepemiluan dan politik. Dibuat dengan anggaran nasional melalui Pos DIPA KPU, total anggaranya tidaklah terlampau besar. Hanya berkisar Rp.35 juta saja.

Dengan keterbatasan anggaran itulah, KPU pun berharap uluran tangan pemerintah daerah serta pihak swasta dan perusahaan melalui CSR. Tujuannya, lebih mengenalkan pentingnya makna kepemiluan dan edukasi politik yang baik bagi masyarakat di tempat ini.

Dalam bahasa Indonesia, nama kata Bhumi atau Bumi berasal dari bahasa sansekerta yang berarti tanah. Bumi, juga berarti planet tempat manusia hidup; dunia, jagat dan juga planet ke 3 dari matahari. Sementara kata Tumapel, merujuk pada asal kata Tapel. Yaitu bentuk yang melingkari, melingkupi, melindungi serta membentengi. Tumapel, juga lazim dikaitkan dengan nama awal dari Kerajaan Singhasari di Malang. Hal itu sesuai prasasti Kudadu bahwa nama Kerajaan Singhasari pertama adalah Kerajaan Tumapel.

Sementara dalam kitab Negara Kertagama, ketika pertama kali didirkan pada tahun 1222 lampau, ibu kota Kerajaan Tumapel adalah Kutaraja. Atas pertimbangan sejarah yang panjang ditempat inilah, KPU Kabupaten Malang memberi nama Rumah Pintar Pemilu dengan Bhumi Tumapel.

“Nama Bhumi Tumapel ini kita sandangkan karena Kabupaten Malang, tidak lepas dari wilayah kerajaan pada jaman dulu. Dan kami (KPU-red), selalu berusaha melayani pemilih dalam menggunakan hak pilihnya tanpa terkecuali. Serta menjaga pelaksanaan pemilu yang aman, nyaman dalam mewujudkan pemilu yang inklusif bagi seluruh masyarakat di tempat ini,” ungkap Santoko, Ketua KPUD Kabupaten Malang, Senin (15/5/2017) sore saat menceritakan fungsi dan makna RPP Bhumi Tumapel di kantornya pada beritajatim.com.

Menurut Santoko, RPP adalah inisiasi dari KPUD Kabupaten Malang. Fungsinya, selain unit edukasi kepemiluan dan demokrasi, RPP Bhumi Tumapel juga menjadi pembelajaran bagi semua lapisan masyarakat terkait politik.  “Fungsi RPP ini yang pertama, adalah unit edukasi bagi seluruh segmen masyarakat. Termasuk unit mengenalkan sistem dan tata cara serta seluruh proses yang terkait dengan pemilu,” bebernya.

Santoko melanjutkan, KPUD juga membuka ruang dan kesempatan pada seluruh masyarakat dan juga media massa. Kebersamaan itu, diwujudkan dalam hal memajukan dan mendorong partisipasi kepemiluan ditanah air pada umumnya dan di Kabupaten Malang pada khususnya. “Kami juga membuka ruang lebih bagi kawan media untuk berkontribusi dengan KPUD untuk menyiapkan konsep dan ide dengan basis kearifan lokal masing-masing,” paparnya.

Sejauh ini, anggaran pendirian RPP Bhumi Tumapel bersumber dari DIPA. Dana yang sangat terbatas hanya berkisar Rp.35 juta. Dengan dana yang tidak terlampau besar, KPUD Kabupaten Malang mencoba mewujudkan sesuai kebutuhan dan isi konten yang dirasa cukup meskipun, masih jauh dari kata maksimal. Apa target RPP Bhumi Tumapel? “Target kami jelas, pada pilkada jatim 2018 kami sangat berkepentingan. Sehingga dengan RPP ini, kami bisa mensosialisasikan seluruh tahapan kita. Termasuk harapan kami partisipasi pemilih bisa kita tingkatkan melalui RPP ini,” tegas Santoko.

Ia menambahkan, terkait dengan segmen pemilih pemula, KPUD Kabupaten Malang selama ini sudah mensasar pada segmen mahasiswa dan pelajar. KPUD,  juga telah memberikan bentuk pendidikan dan edukasi kepemiluan secara langsung pada tingkat pelajar sekolah.

“Sejauh ini kami sudah sasar tingkat SLTA. Sudahada beberapa kerjasa sama mulai dari pendampingan pemilihan OSIS. Termasuk memberikan edukasi kepemiluan dan kerjasama dalam bentuk lain,” tuturnya.

Masih kata Santoko, dengan keterbatasan anggaran, RPP Bhumi Tumapel membuka kerjasama dengan semua pihak yang peduli dengan kepemiluan dan demokrasi di Indonesia. “Kita buka kran kerjasama dengan semua pihak, swasta dan perusahaan ataupun sponsorship. Ada kelonggaran dan ada ruang yang memungkinkan kita bekerjasama dengan pihak manapun. Tentunya dengan akuntabitas dan transparansi terkait anggaran,” pungkasnya.

Kini, RPP Bhumi Tumapel masih membutuhkan satu ruang audio visual dan media center yang terintegrasi dengan baik dan mendukung tugas-tugas KPUD. Selain terdapat perpustakaan mini, RPP Bhumi Tumapel juga menyajikan maket miniature suasana tempat pemungutan suara, sejarah pesta demokrasi di tanah air, hingga kearifan lokal seperti permainan kwartet dan cap jie kie bergambar pelanggaran dan tata cara dalam pemilu.

“Harapan kita ruang depan dikantor ini menjadi ruang audio visual dan media center yang baik. Kita berupaya mencari pos anggaran untuk mencukupi hal itu, kita jajaki dengan pihak sponsorship seperti bank atau perusahaan yang peduli dengan kepemiluan,” tambah Santoko. [yog/but]

Komentar

?>