Selasa, 26 September 2017

Buku Ini Tak Bela La Nyalla dan Bukan Promosi Pilgub

Senin, 15 Mei 2017 12:46:30 WIB
Reporter : Rahardi Soekarno J.
Buku Ini Tak Bela La Nyalla dan Bukan Promosi Pilgub
Bedah buku tentang kiprah La Nyalla Mahmud Mattalitti di Aria Hotel Surabaya. [Foto: antok/bj.com]

Surabaya (beritajatim.com)--Kelompok anak muda yang tergabung dalam Netizen La Nyalla meluncurkan empat buku seri kiprah dan pemikiran Ketua Umum Kadin Jatim La Nyalla Mahmud Mattalitti. Peluncuran digelar di Hotel Aria Centra Surabaya, Senin (15/5/2017).

Koordinator Netizen La Nyalla, Rohman Amrullah menceritakan alasannya meluncurkan buku ini.

"Ketika dicari di Google, nama La Nyalla identik dengan hal-hal yang negatif. Kami akhirnya mencoba untuk mendalami siapa sebenarnya sosok La Nyalla ini. Sosok ini adalah seorang pendidik atau pengajar. Beliau ternyata pernah mendidik orang-orang yang terstigma sampah masyarakat, seperti jambret, copet dan mereka yang tidak berguna lagi bagi masyarakat dan harus disingkirkan," katanya kepada wartawan saat acara peluncuran dan bedah buku La Nyalla.

Menurut dia, La Nyalla akhirnya merangkul 'sampah masyarakat' itu dan mendidik mereka agar bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Hal itu dilakukan La Nyalla sekitar tahun 1980-an di Gresik.

Pada tahun 2016, publik juga dibuat heboh dengan kriminalisasi terhadap La Nyalla. Dia dituduh melakukan penyalahgunaan dana hibah Kadin Jatim dalam program akselerasi perdagangan antarpulau dan penguatan UMKM.

"Setahun penuh sepanjang 2016 saya dihajar, tapi saya terus berupaya tegar. Ada pihak yang berencana menghancurkan saya, tapi Allah SWT adalah sebaik-baik pembuat rencana. Pada akhirnya saya semakin yakin, kebenaran bisa disalahkan, tapi kebenaran tak bisa dikalahkan," ujar La Nyalla dalam buku itu.

Penulis Rohman menegaskan, buku ringkas ini merangkum fakta sebenarnya di balik fitnah-fitnah keji yang menerpa La Nyalla dalam perkara penggunaan dana Kadin Jatim. "Buku ini bukan dimaksudkan sekadar membela La Nyalla. Tapi yang jauh lebih penting dari itu: membela kebenaran dan keadilan," jelasnya.

Apakah peluncuran buku ini terkait isu La Nyalla running Pilgub Jatim 2018? "Ini buku kedua. Sebelumnya ada buku 'Hitam Putih' yang diluncurkan pada tahun 2008. Nggak ada Pilgub Jatim pun, beliau tetap keluarkan buku. Jadi buku ini bukan promosi diri beliau untuk pilgub. Yang pasti Jatim ini membutuhkan pemimpin yang tegas, melindungi rakyatnya dan membela kepentingan rakyat bawah. Beliau tidak partai minded, tapi personal minded," tegasnya.

Sahabat La Nyalla, Diah Agus Muslim dalam testimoninya mengatakan mengenal La Nyalla sejak tahun 1997 saat menjadi pengurus MPW PP Jatim. La Nyalla dikenalnya pernah menjadi sopir angkot dan tukang cuci piring serta kemana-mana bawa vespa tanpa minder.

"La Nyalla orang yang tidak bisa dipengaruhi siapa pun, meskipun itu orang dekat di sekelilingnya. Dia kalau punya tekad tidak bisa digoyang. Kalaupun harus menabrak tembok, ya ditabrak. Beliau orang yang berani menghadapi resiko," tuturnya.

Rekan La Nyalla lainnya, Idris Yahya, memberi kesaksian, saat Partai Patriot Pancasila Jatim yang diketuai La Nyalla mendukung calon gubernur Khofifah Indar Parawansa pada Pilgub Jatim 2008. "Ketika itu Bu Khofifah menangis, karena Pak Nyalla tidak meminta mahar atas dukungannya pada pilgub. Bahkan, beliau yang membantu pendanaan untuk kampanye Bu Khofifah. Padahal kita tahu partai-partai hingga saat ini selalu identik dengan mahar kalau memberi dukungan politik," pungkasnya. [air/tok]

Tag : pilgub jatim

Komentar

?>