Jum'at, 28 Juli 2017

Bina Marga Tak Berikan Daftar Proyek PL ke DPRD Jember Sesuai Kesepakatan

Senin, 08 Mei 2017 23:28:03 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Bina Marga Tak Berikan Daftar Proyek PL ke DPRD Jember Sesuai Kesepakatan

Jember (beritajatim.com) - Hasil inspeksi mendadak tiga petinggi DPRD Jember ke kantor Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air setempat tak membuahkan hasil, Senin (8/5/2017). Mereka tak memperoleh daftar resmi penerima proyek penunjukan langsung APBD 2017 dari organisasi perangkat daerah tersebut.

Tiga petinggi yang mendatangi kantor Dinas PU Bina Marga Jember dan bertemu langsung dengan sang kepala dinas Rasyid Zakaria adalah Ketua DPRD Jember Thoif Zamroni, Wakil Ketua DPRD Ayub Junaidi, dan Ketua Komisi C Siswono.

"Kami melakukan sidak karena mendapat surat dari Persatuan Wartawan Indonesia Jember. Kami disposisi kepada pimpinan dan kami sepakati menindaklanjuti itu. Tujuannya agar tidak berlarut-larut, karena terkesan tidak baik bagi Pemkab Jember sendiri," kata Thoif.

PWI Jember memprotes kejadian dihalang-halanginya sejumlah wartawan mengambil gambar kertas pengumuman para pengusaha yang menerima proyek penunjukan langsung APBD Jember 2017 dari jarak dekat, Jumat (5/5/2017) kemarin. Seorang pria berambut cepak melarang wartawan mengambil gambar dari jarak yang memungkinkan terbaca jelas, dengan alasan tidak diperbolehkan Kepala Dinas PU Bina Marga dan SDA Jember Rasyid Zakaria. Surat pernyataan PWI ini dikirimkan ke beberapa pihak, di antaranya Bupati Faida, Kepala Dinas PU Bina Marga dan SDA, dan DPRD Jember.

Thoif mendatangi kantor Dinas PU Bina Marga untuk memastikan laporan PWI Tersebut. "Menurut saya, data-data itu memang boleh diakses publik. Itu milik rakyat. Siapapun boleh melihat, tanpa terkecuali, apakah itu wartawan atau siapapun. Toh ini menggunakan APBD yang semua orang harus mengawasi itu," katanya.

Di samping menindaklanjuti surat PWI, tiga petinggi parlemen menindaklanjuti hasil rapat dengar pendapat antara Komisi C dengan Dinas PU Bina Marga beberapa waktu lalu. "Salah satu keputusannya adalah data-data rekanan yang mendapat proyek penunjukan langsung diserahkan ke Komisi C," kata Thoif.

Ternyata Komisi C belum menerima data tersebut. Dalam pertemuan dengan Rasyid hari ini, Thoif mempersilakannya menyerahkan data itu kepada Siswono. "Tapi apa boleh buat, kami tidak mendapatkan itu. Padahal data itu menurut saya adalah data yang semua orang bisa minta itu," katanya.

Apa alasannya? "Alasannya, karena memang belum ada arahan dari bupati. Apakah hal semacam ini harus laporan kepada bupati. Jangan-jangan bupati tidak mengetahui juga persoalan ini. Harapan kami, ayolah, ini toh publik sudah mengetahui. Tidak usah ada dilarang atau dibatasi untuk mengakses data-data yang jadi hak masyarakat Jember," kata Thoif.

Pimpinan DPRD Jember akan menggelar rapat dengan mengundang Dinas PU Bina Marga, Sekretaris Daerah, dan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D). "Biar semua jelas, bahwa data yang diminta hanya data ini (penerima proyek penunjukan langsung), bukan data yang lain. Kenapa ini harus ditutup-tutupi? Toh kalau di sana sudah terpampang, semestinya siapapun bisa mengakses dan itu tidak ada hal yang memberatkan kalau kami diberi data itu," kata Thoif.

Thoif tak mau berspekulasi. "Tapi bolehlah kamu curiga: ada apa ini, kok tidak boleh mendapatkan data itu. Timbul pertanyaan. Kami ingin penjelasan lebih komprehensif dari kepala dinas dan bisa menyampaikan alasan kemarin wartawan dilarang meliput, kenapa pimpinan tidak diberi data itu ketika sudah minta. Di gedung DPRD Jember kami akan minta. Mudah-mudahan diberikan. Kalau tidak diberikan, kami ingin tahu alasannya, biar publik tahu," katanya.

Sementara itu, kepada wartawan usai pertemuan dengan tiga petinggi Dewan, Rasyid menyatakan hanya menjalankan amanat birokrasi. "Tidak ada orang yang melarang memfoto. Tidak ada institusi melarang foto. Tidak ada gunanya, wong hanya foto," kata Rasyid.

"Silakan sekarang, mau di-long shot, mau difotokopi. Monggo. Saya tidak mengerti bahasa itu," kata Rasyid. [wir/suf]

Komentar

?>