Selasa, 26 September 2017

Jelang Ramadan, Kata Risma: Waspadai Kriminalitas dan Kebakaran

Senin, 08 Mei 2017 14:54:10 WIB
Reporter : Arif Fajar Ardianto
Jelang Ramadan, Kata Risma: Waspadai Kriminalitas dan Kebakaran
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. [Foto: arief/bj.com]

Surabaya (beritajatim.com)--Jelang datangnya bulan Ramadan, warga Kota Surabaya diimbau untuk mewaspadai ancaman tindak kriminalitas dan bahaya kebakaran.

Imbauan tersebut disampaikan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini MT ketika membuka acara Bulan Bakti Gotong Royong ke-XIV dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-45 di lapangan Kelurahan Karah, Kecamatan Jambangan, Senin (8/5/2017).

Disampaikan wali kota, mengacu pada kejadian di tahun-tahun sebelumnya, ada tren bahwa angka kejahatan cenderung naik, utamanya ketika mendekati Idul Fitri.

Selain itu, kejadian kebakaran di pemukiman warga juga masih sering terjadi. Karenanya, warga diingatkan untuk lebih disiplin dan mengurangi keteledoran di rumah masing-masing. Semisal tidak teledor setelah memasak ataupun mengunci pintu rumah.

"Mari membiasakan diri untuk belajar disiplin. Biasakan untuk mematikan kompor setelah pemakaian dan juga mengunci pintu. Pencurian sering terjadi setelah sahur. Saya mau kejadian kejahatan di Surabaya pas bulan Ramadan nanti turun,” terangnya.

Untuk menekan terjadinya potensi kejahatan itu, wali kota menyebut perlu ada gotong royong masyarakat dan juga kamtibmas untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban di wilayah tempat tinggal masing-masing.

Gotong royong masyarakat juga wajib dilakukan untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan aman dari sarang nyamuk. Sehingga, ancaman penyakit demam berdarah terus menurun.

“Bila di daerah lain masih ada yang KLB, di Surabaya terus turun,” imbuh Risma.

Wali Kota perempuan pertama di pemerintahan Kota Surabaya ini juga mengapresiasi PKK dan Dharma Wanita Kota Surabaya yang disebutnya ikut punya peran besar dalam percepatan pembangunan di Kota Pahlawan. Bahwa kegiatan PKK tidak hanya berupa kumpul-kumpul arisan.

"Surabaya maju cepat karena PKK dan Dharma Wanita. Saya banyak dibantu dengan cara yang fleksibel dan simpel. Ibu-ibu ini bergerak dengan hati dan punya banyak peran. Ke depan, ayo terus ditingkatkan,” sambungnya.

Risma berpesan agar peran Karang Taruna di setiap wilayah lebih ditingkatkan. Dengan keberadaan Karang Taruna, wali kota berharap bisa memantau situasi anak-anak muda di Surabaya sekaligus memunculkan solusi.

“Tolong digiatkan Karang Taruna supaya saya bisa pantau berapa banyak yang belum dapat kerja atau yang sudah kerja berapa besar penghasilannya. Saya tahu itu tidak mudah untuk diselesaikan. Tapi minimal kita sudah melangkah,” sambung mantan Kepala Bappeko Surabaya ini.

Kepala Bagian Pemerintahan Kota Surabaya, Eddy Chrisjanto mengatakan, ada empat kegiatan utama di masyarakat untuk menyambut Bulan Bakti Gotong Royong ke-XIV dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-45 ini. Yakni terkait dengan kemasyarakatan seperti adanya wawasan kebangsaan, terkait lingkungan semisal kerja bakti, terkait ekonomi seperti pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan juga terkait sosial seperti pengembangan budaya seni.

“Seluruh kelurahan wajib melakukan itu. Ini juga serentak dilakukan kegiatan pemberantasan sarang jentik nyamuk. Setiap lurah wajb lapor di line lurah,” jelas Eddy.

Selama acara tersebut, juga digelar pemeriksaan kesehatan gratis oleh Dinas Kesehatan Kota Surabaya, pelayanan kependudukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dan juga KB Vasektomi oleh Dinas Pengendalian Penduduk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Kota Surabaya.

Termasuk juga pemberian penghargaan lomba bulan bakti gotong royong ke-XIV dan hari kesatuan gerak PKK ke-45 yang diraih Kelurahan Karah, Kecamatan Jambangan, Kelurahan Gunung Anyar Tembok, Kecamatan Gunung anyar, dan Kelurahan Margorejo. [air/rif]

Komentar

?>