Jum'at, 17 Agustus 2018

Muhammadiyah: Partai Islam Kembali ke Norma Keislaman

Sabtu, 06 Mei 2017 20:39:56 WIB
Reporter : Rahardi Soekarno J.
Muhammadiyah: Partai Islam Kembali ke Norma Keislaman

Surabaya (beritajatim.com) - Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan jika saat ini banyak muncul lembaga atau organisasi massa dalam skala kecil yang mengatasnamakan Islam namun dalam praktiknya jauh dari norma Keislaman.

"Melihat Pilkada DKI lalu kita semestinya belajar bahwa partai-partai yang bernafaskan agama Islam sebaiknya kembali ke norma keislaman, sebab jika terbawa oleh kepentingan sasaat maka akan banyak menuai kekecewaan," katanya usai Musyawarah Pimpinan Wilayah (Muspimwil) I Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim di Gedung PWM Jatim, Sabtu (6/5/2017).

Menurut Haedar, sejak munculnya gerakan Aksi Bela Islam (ABI) 212 lalu seharusnya partai-partai melihat hal secara bijak. "Sejak 212 lalu yang bisa dikatakan new social movement dari masyarakat adalah gerakan yang sangat luar biasa, walaupun itu dilakukan oleh partisipan-partisipan kecil namun dalam jumlah yang sangat banyak dan ini tidak bisa dianggap sebelah mata," jelasnya.

Gerakan-gerakan itu dianggap fenomena baru karena saat ini partai-partai Islam tidak cukup sensitif menyerap aspirasi dari masyarakat. "Cara ini dinilai efektif untuk saat ini karena tidak ada hal lain yang bisa dilakukan kecuali dengan gerakan massa," tegasnya.

Ketika ditanya apakah kejadian di pilkada DKI Jakarta akan berpengaruh pada Jatim, Haedar secara tegas mangatakan tidak akan sama. "Jatim kan relatif homogen, nah DKI itu lebih banyak dipengaruhi oleh kasus yang salah satunya adalah kasus penistaan agama. Jadi saya kira di Jatim tidak akan terjadi seperti di DKI," tukasnya.

Maka dari itu, Muhammadiyah akan mulai mengajak seluruh Partai Islam untuk berdialog utamanya untuk kesejahteraan masyarakat Islam yang di Indonesia adalah agama mayoritas. "Di dalam aspirasi keislaman itu jangan dipaksakan kepala negara atau kepala daerah itu adalah non Islam. Ini bukan soal anti Kebhinekaan," pungkasnya. [tok/suf]

Tag : muhammadiyah

Komentar

?>