Sabtu, 27 Mei 2017

Prof Dr Salim Said: Tim Ahok Tak Paham Sejarah Politik Indonesia

Sabtu, 22 April 2017 20:28:21 WIB
Reporter : -
Prof Dr Salim Said: Tim Ahok Tak Paham Sejarah Politik Indonesia
Prof Dr Salim Said. [Foto: dok/bj.com]

Jakarta--Menurut Guru Besar Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) Prof Dr Salim Said, tim sukses pasangan nomor dua tersebut tidak mencermati sejarah panjang Indonesia, terlebih dalam menahan isu suku, agama, dan antar golongan (Sara).

Padahal, di setiap perubahan sosial, isu Sara terhadap etnis tertentu lebih menonjol, bahkan etnis tertentu menjadi korbannya.

"Masalahnya kalau Anda mau berpolitik menjadi pejabat publik, Anda harus tahu sejarah Indonesia. Kalau Anda menjadi pemimpin terpilih harus punya staf ahli yang tahu (sejarah) jangan pilih teman-teman saja, dia akan kasih info yang keliru. Itu persoalannya," jelas Salim dalam diskusi dengan topik 'Mengobati Luka Pilkada' di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (22/4/2017).

Salim Said menilai, staf Ahok juga tidak memahami para pemilih. Meski mayoritas penduduk Jakarta telah melek pendidikan, namun tim tersebut tidak mengingatkan Ahok dalam memilih pernyataan untuk disampaikan ke publik.

Dia mencontohkan, sebelum Ahok, Jakarta pernah dipimpin seorang gubernur nonmuslim yakni Hendrik Hermanus Joel Ngantung. Dalam kepemimpinannya tidak terjadi protes di Jakarta seperti yang dialami Ahok.

Menurutnya, Ahok seharusnya tidak perlu menyinggung Surat Al-Maidah yang membuat blunder untuk dirinya sendiri. Meski demikian, hal tersebut tidak akan terjadi jika Ahok memiliki staf yang memberikan batasan saat mengeluarkan pernyataan.

"Tapi Ahok menyebut itu karena enggak ngerti itu barang, bagi kita orang Islam. Dia polos saja karena dia tidak well advised. Mestinya seorang pelaku politik punya staf penasehat yang membuat garis, 'lu jangan omong ini, Lu jangan omong ini. Ini berbahaya, daerah ini penuh ranjau, you gampang meledak'," jelas Salim.

Di sisi lain, kemenangan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno (Anies-Sandi) bukan lantaran penganut muslim. Banyak juga nonmuslim yang mendukung pasangan tersebut. Sebut saja pendiri Museum Rekor Indonesia (MURI) Jaya Suprana, ahli ekonomi Kwik Kian Gie, Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibyo, dan lainnya.

"Maka tidak betul apa yang menang ini Islam. Memang banyak orang Islam karena ada kampanye. Tapi yang memilih Sandi dan Anies tidak semuanya orang Islam," tegas Salim Said. [air]

Sumber : rmol

Komentar

?>