Kamis, 29 Juni 2017

6 BTS di Gresik Ditengarai Belum Beres Izinnya

Jum'at, 21 April 2017 15:10:31 WIB
Reporter : Deni Ali Setiono
6 BTS di Gresik Ditengarai Belum Beres Izinnya
Foto Ilustrasi

Gresik (beritajatim.com) - Sebanyak 6 bases transceiver station (BTS) yang berada di wilayah perkotaan Gresik ditengarai belum beres izinnya. Keenam BTS yang dimaksud itu rinciannya, 2 BTS di Jalan Wahidin Sudiro Husodo, 2 di Jalan Veteran, 1 BTS di Jalan RA Kartini, 1 BTS di Jalan Usman Sadar Gresik.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Gresik Budi Rahardjo menjelaskan keenam BTS itu sesuai pemeriksaan izinnya belum beres. Padahal menara BTS tersebut sudah berdiri.

"Kami masih akan terus mendata menara BTS yang lain sampai ke beberapa wilayah pelosok Gresik. Dari catatan kami ada 332 menara BTS yang berdiri di Gresik. Tentu saja akan kami pilah mana yang sudah beres perijinannya dan mana yang tidak. Kami akan melaksanakan ekseskusi apabila pemilik dan penangung jawab menara tidak segera melengkapai perizinannya," ujarnya, Jumat (21/04/2017).

Sebelumnya, kebijakan Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto terkait izin pendirian BTS tidak main-main. Malahan orang nomor satu di Gresik itu memanggil pemilik tower 'bodong'. Selain memanggil pemilik BTS, Sambari juga Kadis Kominfo Gresik, Budi Rahardjo untuk diajak ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Gresik untuk konfirmasi tentang perizinan Menara BTS tersebut.
 
Di ruang rapat perijinan, Bupati Sambari diterima oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP bersama staf operator perijinan. Bupati menjelaskan tentang prijinan yang tengah dalam proses atau pengajuan perijinan yang tidak termasuk dalam proses. "Perijinan yang masuk dalam proses adalah perijinan yang sudah diajukan lengkap sesuai persyaratan. Tapi kalau masih banyak kekurangan meski sudah masuk belum dikatakan berproses," ungkapnya.
 
Mengenai perijinan, Sambari berharap agar kepengurusan ijin tidak dimanfaatkan oleh pihak ketiga (calo). "Orang yang mengurus perijinan selain pemilik usaha adalah orang dari dalam perusahaan itu sendiri, orang yang termasuk keluarga yang dikuatkan dengan kartu keluarga, atau orang yang terdaftar pada perusahaan dari yang dimintakan surat ijin. Jangan sampai orang yang mengurus ijin tersebut tidak tahu bahwa yang dimintakan ijin itu perusahaan apa dan apa yang di produksi," tandasnya. [dny/but]

Komentar

?>