Kamis, 29 Juni 2017

Ahok-Djarot Kalah Karena Kerja Mesin Partai Buruk

Kamis, 20 April 2017 08:43:48 WIB
Reporter : -
Ahok-Djarot Kalah Karena Kerja Mesin Partai Buruk

Jakarta (beritajatim.com) - Kekalahan pasangan incumbent Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidyata dalam Pilkada DKI Jakarta di putaran kedua dinilai karena mesin partai pendukung kurang bekerja secara maksimal. Hal itu berbeda dengan mesin partai para pendukung Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

"Mesin parpol lebih efektif di Anies-Sandi ketimbang Ahok-Djarot. PKS-Gerindra itu sepenuh hati mesin parpolnya bekerja dan didukung oleh Perindo," kata Pengamat Politik Universitas Jayabaya Igor Dirgantara dalam sambungan telepon, Rabu (19/4/2017).

Menurut dia, parati pendukung Ahok-Djarot setengah hati dalam merebut kemenangan kembali. Dimana keputusan elit para partai yang mendukung Ahok-Djarot namun tidak diikuti oleh kader partai di bawah.

"Iya setengah hati itu persoalannya. Jadi ada kesenjangan yang tinggi antara elit parpol yang menentukan mendukung pasangan yang mana beda dengan konstitusi lainnya di lapisan bawah atau gresroot," ujar dia.

Kemudian, peralihan suara pemilih Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni ke pasangan Anies-Sandi juga menjadi faktor kekalahan Ahok-Djarot. Selain itu, suara pemilih pasangan Anies-Sandi tak mudah goyah alias solid mendukung mereka.

"Walaupun publik Jakarta ada anggapan kerja Ahok itu baik, tetapi itu bukan faktor yang menentukan bahwa dia akan terpilih kembali," ujar dia.

Berdasarkan hitung cepat beberapa lembaga surveri, pasangan calon gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno unggul dari pasangan incumbent Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat di putaran kedua.

Bahkan perolehan suara pasangan Ahok-Djarot tertinggal jauh dari pasangan Anies-Sandiaga pada putaran kedua. Lembaga survei merilis pasangan petahana tersebut tertinggal setidaknya 10 persen. [inilah.com]

Tag : pilgub dki

Komentar

?>