Sabtu, 27 Mei 2017

Azwar Anas-Emil Dardak; Optimisme Kepemimpinan Jatim di Masa Depan

Minggu, 16 April 2017 14:00:44 WIB
Reporter : Ainur Rohim
Azwar Anas-Emil Dardak; Optimisme Kepemimpinan Jatim di Masa Depan
Bupati Trenggalek, Emil Dardak dan istri dalam satu kesempatan.

Surabaya (beritajatim.com)--Di antara barisan bupati-wali kota dan atau tokoh yang pernah duduk di salah satu di antara kedua jabatan politik itu, nama Abdullah Azwar Anas (Bupati Banyuwangi) dan Emil Dardak (Bupati Trenggalek) merupakan figur paling muda dibanding bupati-wali kota lainnya.

Keduanya jauh lebih muda dibandingkan, misalnya, Tri Rismaharini, Hasan Aminuddin, Suyoto, Masfuk, Heru Tjahjono, Kanang Budi Sulistyo, dan lainnya. Langkah ke depan mereka masih sangat panjang, dengan bekal pengalaman di birokrasi pemerintahan cukup kenyang dan komplit.

Azwar Anas saat ini memasuki periode kedua kepemimpinannya di Kabupaten Banyuwangi. Azwar Anas harus diakui secara jujur mampu mengubah image Banyuwangi ke arah lebih konstruktif dan cemerlang. Di masa transisi dari era Orde Baru ke era Orde Reformasi, Banyuwangi sempat diguncang prahara sosial-kultural yang berdimensi politik-hankam: Pembunuhan puluhan orang yang distigma sebagai dukun santet.

Azwar Anas mampu mentransformasi Banyuwangi yang secara kultural-historis kerapkali dihubung-hubungkan dengan hal magis ke arah pembangunan sosial ekonomi yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan rakyat lokal.

Banyuwangi kini dilengkapi dengan lapangan terbang. Dunia pariwisata Banyuwangi lebih hidup dan bergairah. Pariwisata di Jatim tak sekadar Batu, Bromo Probolinggo, dan Malang. Banyuwangi dan Pacitan menyuguhkan lokasi pariwisata alternatif berbasis alam natural yang bisa melepaskan penatnya aktifitas kehidupan sehari-hari. Masyarakat Banyuwangi juga sekarang lebih melek IT.

Banyuwangi telah menjadi salah satu ikon Jatim dalam perspektif masyarakat luar Jatim. Jatim tak bukan sekadar Kota Surabaya, Kota Malang, Kota Jember, Kota Madiun, Gresik, Sidoarjo, dan lainnya. Jatim dalam akselerasi dinamika sosial ekonomi juga Banyuwangi. Di daerah ini, Banyuwangi, sosial ekonomi warga di sektor primer (pertanian, perkebunan, dan perikanan) berpadu dengan pariwisata, kultural, dan nilai-nilai sosial lokal yang mampu dikemas sebagai produk ekonomi layak jual. Azwar Anas mampu menyulap Banyuwangi yang kental magis di masa lalu, jadi Banyuwangi yang cemerlang di masa depan.

Pada satu kesempatan berbincang-bincang dengan Azwar Anas di Pendopo Banyuwangi beberapa tahun lalu, tokoh muda NU ini optimistis transformasi dan akselerasi ekonomi Banyuwangi dipastikan makin cepat jika moda transportasi barang via kereta api (KA) ditingkatkan infrastrukturnya.

"Proyek double track jalur KA seharusnya tak berhenti di Kota Surabaya, tapi sampai di Banyuwangi," ujarnya.

Double track KA Surabaya-Jakarta jalur utara berhenti di Kota Surabaya. Jalur KA antara Surabaya ke kota-kota lain di kawasan timur, seperti Jember, Banyuwangi, Pasuruan, dan lainnya masih dilayani dengan track tunggal. Double track jalur KA dibutuhkan Banyuwangi untuk mendorong percepatan moda transportasi barang dari dan ke Banyuwangi dari Surabaya dan kota-kota lain di Jatim serta Pulau Jawa. "Ini yang mesti kita perjuangkan bersama," tegas Azwar Anas. Itu Azwar Anas.

Bagaimana dengan Emil Dardak? Usianya belum menyentuh angka 40 tahun. Anak mantan Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Hermanto Dardak itu, dikenal memiliki otak encer. Sebagian besar tempo pendidikannya (S1, S2, dan S3) diselesaikan di mancanegara.

Melihat latar pendidikannya, kesediaan Emil Dardak mengabdi dan berjuang di Trenggalek mengindikasikan kuatnya visi dan misi bersangkutan dalam melakukan perubahan di Trenggalek.

Dalam mapping sosial ekonomi Jatim, Trenggalek tidak dalam posisi sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi Jatim. Di daerah ini sosial ekonomi masyarakatnya bersifat primer. Bergantung para sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan tangkap.

Memang, Trenggalek sempat merasakan era keemasan hasil perkebunan berupa cengkeh. Hal itu meredup setelah rezim Orde Baru mengizinkan berdirinya BPPC di bawah pimpinan Hutomo Mandala Putra. Sejak itu, era keemasan petani cengkeh di Trenggalek dan daerah lainnya di luar Pulau Jawa, seperti Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut) menghadapi fase kebuntungan.

Emil Dardak memberikan secercah harapan baru bagi Trenggalek. Otaknya yang encer, networking-nya yang jauh di luar batas lokal, regional, dan nasional dipastikan berpengaruh pada proses kepemimpinan yang dia jalankan bersama M Nur Arifin. Emil Dardak-Nur Arifin duet anak muda yang menanggalkan Trenggalek dari pakem kepemimpinan lama: birokrat dan politikus gaek. Trenggalek kini bukan Trenggalek dulu. Trenggalek bukan sekadar gaplek dan keripik tempe.

Dengan sentuhan Emil Dardak yang belum 2 tahun memimpin daerah ini, image positif Trenggalek telah diketahui banyak pihak di luar Trenggalek. Sumber daya ekonomi Trenggalek boleh saja kalah dibanding dengan Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Gresik, Tuban, Malang, Madiun, Kediri, Pasuruan, Jember, dan daerah lainnya di Jatim.

Tapi, kualitas dan model leadership Emil Dardak di Trenggalek selama ini membuat Trenggalek mulai dilirik banyak pihak. Emil Dardak bisa mengubah Trenggalek yang dikesankan sebagai wilayah pinggiran jadi daerah yang kepemimpinan kepala daerahnya patut dijadikan model.

Emil Dardak dan Azwar Anas, dua anak muda, yang berangkat dari latar sosial-kultural berbeda secara ekstrim, ternyata mampu menyuguhkan model kepemimpinan baru di luar pakem lama di lembaga pemerintahan. Emil Dardak, anak mantan Wakil Menteri PU, lama hidup dan menempuh pendidikan di luar negeri, dan lekat dengan kehidupan anak muda metropolitan.

Di sisi lain, Azwar Anas yang kenyang pendidikan di pondok pesantren tradisional, lama bergerak sebagai aktivis organisasi kemahasiswaan dan kemasyarakatan, dan sempat sebentar mencicipi profesi wartawan, kini jadi tokoh muda Jatim yang diprediksi bintangnya terus meroket di aras politik Jatim. Emil Dardak dan Azwar Anas menawarkan optimisme sumber daya manusia berkualitas untuk kepemimpinan Jatim di masa depan. [air]

Tag : pilgub jatim

Komentar

?>