Sabtu, 25 Nopember 2017

Komisi D: Unas Jember Disabotase Resmi

Rabu, 12 April 2017 15:56:03 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Komisi D: Unas Jember Disabotase Resmi
Ketua Komisi D Hafidi Cholish

Jember (beritajatim.com) - Komisi D DPRD Jember terkejut, saat Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Jember Tatang Prijanggono dimutasi menjadi Kepala Bidang Olahraga Dinas Kepemudaan dan Olahraga Jember di tengah persiapan ujian nasional (unas) sekolah menengah pertama.

Keterkejutan ini tampak dari rapat dengar pendapat antara Komisi D dengan Dispendik di gedung DPRD Jember, Rabu (12/4/2017).

Rapat ini sebenarnya koordinasi terakhir membahas persiapan ujian nasional SMP. Namun begitu ada mutasi terhadap Tatang kemarin, rapat tak dilanjutkan. Pasalnya, Tatang hingga detik terakhir sebelum dimutasi adalah penanggungjawab pelaksanaan ujian nasional SMP.

Ketua Komisi D Hafidi Cholish sama sekali tidak bisa memahami mutasi tersebut. "Ini bingung juga. Dalam kondisi seperti ini, siapa yang harus bertanggungjawab? Ini sebuah hal luar biasa.
Jangankan pelaksana, kami saja mumet memikirkan ujian nasional SMP. Di tengah kita mau tancap gas, tiba-tiba Kabid Pendidikan Menengah dimutasi," katanya.

Hafidi semakin terkejut, karena posisi Kabid Pendidikan Menengah yang ditinggalkan Tatang tidak diisi. "Kami katakan ini ada sabotase resmi dalam pelaksanaan ujian nasional ini. Padahal Kabid ini penanggungjawab pelaksanaan maupun pelaporan akhir kegiatan ini," katanya.

"Kami di Komisi D kecewa berat, karena ini nasib anak-anak. Kami makin kecewa karena posisi kepala bidang ini tidak ada penggantinya. Kami ini sampai kebingungan. Itu hak prerogatif bupati, urusan bupati. Tapi ada dua hal harus dicermati: tahun ajaran dan tahun anggaran itu berbeda," kata Hafidi.

"Pada bulan-bulan ini, kalau tahun anggaran, belum ada apa-apa. Tapi kalau tahun ajaran kan sudah akhir perjalanan untuk mengantar anak-anak kita meniti masa depan. Ketika seperti ini, kami bingung. Ketika kami harus bersuara, lantas harus bagaimana? Kami ini tengah kebingungan: kami Komisi D yang tidak waras atau ada orang yang tidak waras dalam dunia pendidikan di Kabupaten Jember," kata Hafidi.

Menurut Hafidi, birokrasi seperti mobil. "Ada komponen. Ketika di tengah perjalanan, ada salah satu komponen vital yang dicabut, tanyalah ke hati nurani Sampeyan sendiri," katanya. [wir/ted]   

Tag : dprd jember

Komentar

?>