Jum'at, 26 Mei 2017

Wawancara dengan Bupati Banyuwangi Azwar Anas (3)

Rute Tour de Banyuwangi Ijen Bisa Lewati Bali Barat

Jum'at, 07 April 2017 18:58:47 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Rute Tour de Banyuwangi Ijen Bisa Lewati Bali Barat

Jember (beritajatim.com) - Lima tahun pertama masa kepemimpinannya, Bupati Abdullah Azwar Anas praktis telah mengubah citra Kabupaten Banyuwangi dari urusan magik ke urusan pariwisata. Pariwisata dijadikan pengungkit perekonomian daerah.

Anas percaya, pariwisata bisa jadi mantera sakti di tengah situasi perekonomian yang tidak menguntungkan. "Kita lihat di Prancis, ketika growth (pertumbuhan ekonomi) zero. Tidak ada pertumbuhan ekonomi, yang tumbuh adalah wisatawan, maka devisa wisata begitu tinggi," katanya.

Anas mengunjungi Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) Indonesia di Kabupaten Jember, Kamis (6/4/2017). Di sela-sela kunjungannya itu, Anas menyempatkan diri melayani wawancara dengan sejumlah wartawan.

Ditemani sepiring tahu krispi di sebuah kedai makan tepi Jalan Kalimantan, ia memaparkan beberapa konsep dan capaiannya selama ini, juga kecemasannnya. Berikut bagian ketiga dari lima bagian petikan wawancaranya.

Wartawan: Anda pernah mewacanakan semacam strategi kawasan dalam pembukaan Rapat Kerja Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Wilayah Jawa Timur, di Pendapa Wahyawibawagraha, Kabupaten Jember, Sabtu (27/8/2016). Bagaimana membangun sistem strategi kawasan tersebut dari Banyuwangi?

Anas: Salah satunya adalah komitmen dan connecitvity. Konektivitas penting. Kita sebenarnya bisa bersinergi. Jember, Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, mungkin kita bisa bikin promosi satu destinasi. Orang bosan di Banyuwangi, bermalam di Jember, balik lagi ke Banyuwangi, pulang atau sebaliknya.

Wartawan: Bagaimana mengawali ini?

Anas: Mengawali ini ya duduk bersama, karena sekarang tidak musim lagi kompetisi. Kuncinya sinergi. Ada sesuatu di Jember yang di Banyuwangi tak ada, seperti kedelai edamame. Begitu juga, ada di Banyuwangi seperti durian merah tidak ada di Jember.

Wartawan: Apa yang harus dilakukan oleh masing-masing daerah ini agar konektivitas itu efektif?

Anas: Bisa membuat even bersama. Dulu Tour de France (balap sepeda) hanya di Prancis. Sekarang Tour de France tak hanya di Prancis, tapi finisnya di Prancis. Tour de France yang mengangkat Prancis. Tour de France tidak dari jalan raya, tapi jalan desa. Efek dari Tour de France, karena melalui banyak negara, (nama) negara jadi naik.

Wartawan: Bagaimana dengan ajang balap sepeda International Tour de Banyuwangi Ijen?

Anas: Ini yang rencananya ingin dilewati Tour de Ijen adalah Bali barat. Yang mengerjakan Tour de Ijen ini UCL (Union Cycliste Internationale) atau Persatuan Balap Sepeda Internasional , bukan lagi Pemkab Banyuwangi. Di Asia, dari 36 even, yang dapat ekselen hanya enam. Bukan Tour de Singkarak yang dibiayai APBN Rp 30 miliar itu, tapi Banyuwangi.

Jadi (dalam konteks even bersama) bisa saja even internasional di Jember bisa digelar bersama. Ketika orang bicara perbatasan, menurut saya tidak relevan lagi bersikukuh (mempertahankan gengsi daerah, red). Sekarang sudah borderless. Kami saja lomba video kreatif, jurinya bukan orang Banyuwangi, tapi seluruh dunia.   

Wartawan: Jadi, soal kerjasama antardaerah itu, apa yang harus disiapkan di masing-masing daerah?

Anas: Bisa membuat rencana aksi bersama, bisa bikin sistem transportasi bersama. Bisa saja misalnya ada bus khusus pariwisata Jember-Banyuwangi atau Jember-Bondowoso. Saya sendiri akan membuat sesuatu yang secara tidak langsung orang akan datang ke Banyuwangi. Jadi ke depan satu kawasan bisa saling melengkapi.

Kawasan-kawasan ini di Jawa Timur bisa dibentuk. Misalnya: Surabaya dan sekitarnya, Malang, dan sekitarnya, Banyuwangi dan sekitarnya. Dengan membentuk zona kawasan, akan lebih efisien. Misalkan ada kereta wisata Banyuwangi-Probolinggo sehari dua kali. Ini kan seperti telur sama ayam. Kalau tidak ada penumpangnya, ya kita subsidi bareng-bareng.

Wartawan: Zona Banyuwangi dan sekitarnya itu mana saja?

Anas: Bisa Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso. Anchor-nya bisa di Jember, di mana saja. Ke depan supaya kawasan maju, menurut saya, bisa bersaing, bersinergi. Sinergi itu lebih dahsyat. Misalnya: Jember, Banyuwangi, Bondowoso bikin promosi Bahasa Prancis di Eropa. [wir/ted]

Komentar

?>