Rabu, 18 Oktober 2017

Surya Paloh: Dua Nama Cagub Ini Jadi Pertimbangan NasDem

Senin, 20 Maret 2017 21:35:59 WIB
Reporter : Rahardi Soekarno J.
Surya Paloh: Dua Nama Cagub Ini Jadi Pertimbangan NasDem

Surabaya (beritajatim.com) - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengatakan ada dua nama bakal calon gubernur (bacagub) yang jadi pertimbangan partainya dalam pilgub Jatim 2018. Mereka adalah Wagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Mensos RI Khofifah Indar Parawansa.

Sedangkan, nama anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Hasan Aminuddin yang merupakan kader internal menjadi calon alternatif atau pilihan terakhir pada pilgub Jatim 2018.

"Sampai saat ini ada dua nama yang dipertimbangkan partai, Gus Ipul dan Mbak  Khofifah. Mas Hasan pilihan terakhir karena ," katanya usai membuka acara Rapat Konsolidasi Fraksi Partai NasDem se-Indonesia di Ballroom Pakuwon Mall, Senin (20/3/2017).

Dia mengatakan, selain tiga nama tokoh tersebut, NasDem belum memikirkan kandidat lain untuk diusung. Bahkan, ketika wartawan menanyakan peluang Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Surya Paloh terlihat enggan membahasnya. "Risma belum dipertimbangkan karena sudah ada dua nama, kalau Pak Hasan itu disiapkan terakhir, apalagi kader sendiri," katanya.

Menurut Surya Paloh, kandidat yang diusung dalam pilgub mendatang tidak harus berasal dari kader partai. Yang penting, semangat kepemimpinan segaris dengan visi dan misi partai yang dibesutnya. "Ya, paling tidak sesuai harapan partai," gambahnya.

NasDem sendiri belum menentukan sikap secara resmi dalam pilgub Jatim. Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Nasdem Jawa Timur akan diberi wewenang untuk menggodok dan mengusulkan kandidat kepada DPP. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan, pilihan NasDem nantinya  akan berseberangan dengan PDIP dan partai pendukung pemerintah lainnya dalam pilgub Jatim mendatang. "Nanti DPW yang akan diberikan wewenang," tandasnya.

Di Jatim, NasDem diwajibkan berkoalisi dengan partai politik lain karena perolehan kursinya yang hanya empat kursi, sedangkan untuk mengusung pasangan calon gubernur dan wakilnya maka paling tidak, wajib memiliki 20 kursi. "Kami pasti berkoalisi, namun belum tahu dengan siapa. Apalagi koalisi di daerah itu fleksibel dan tidak harus sama dengan koalisi yang ada di Jakarta. Bisa gandeng dengan parpol penguasa atau bisa juga tidak," pungkasnya. (tok/kun)

Komentar

?>