Jum'at, 15 Desember 2017

Banyak Kaum Disabilitas Kota Kediri Belum Terjangkau Pelatihan Bencana

Senin, 20 Maret 2017 17:14:50 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
Banyak Kaum Disabilitas Kota Kediri Belum Terjangkau Pelatihan Bencana

Kediri (beritajatim.com) - Keterbatasan fisik tidak membuat para penyandang disabilitas di Kota Kediri ketergantungan terhadap orang lain, tetapi mereka justru ingin bermanfaat bagi sesama.

Para penyandang cacat ini mengikuti bimbingan teknis yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat agar bisa menjadi relawan tanggap bencana.
 
Dalam bimtek, kaum disabilitas diajari teknik penyelamatan diri sendiri saat terjadi bencana seperti, masuk ke kolong meja saat berlangsung gempa bumi dan berlari ke tempat aman saat terjadi banjir. Mereka juga dilatih untuk menyelamatkan orang lain, baik sesama penyandang disabilitas atau masyarakat normal.
 
Munawaroh, salah satu penyandang disabilitas mengaku, bimtek tanggap darurat bencana ini sangat bermanfaat, tetapi masih kurang mendapat dukungan fasilitas khusus bagi mereka.

Seperti rute tertentu bagi penyandang cacat kaki yang memakai kursi roda dan rambu-rambu di jalan raya khusus bagi penyandang cacat tuna netra.
 
“Karena ini masih pertama, masih kurang begitu memahami secara utuh. Mungkin nanti, setelah praktek, kita baru jelas. Untuk jalur tertentu bagi penyandang disabilitas memang masih belum. Oleh karena itu, kami para penyandang disabilitas harus mendorong Pemkot Kediri untuk menciptakan kota yang ramah bagi disabilitas,” ujar Munawaroh, Senin (20/3/2017).
 
Terpisah, Kepala BPBD Kota Kediri Samsul Bahri mengaku, selama ini relawan tanggap bencana mengalami kesulitan dalam mengevakuasi para penyandang disabilitas karena tak memiliki tehnik komunikasi dan perlakuan khusus bagi mereka.
Melalui bimtek, diharapkan adanya sinergi antara relawan dan kaum penyandang cacat untuk mengurangi resiko yang ditimbulkan dari bencana.
 
Sedikitnya ada 100 orang penyandang disabilitas yang ikuti bimtek kali ini, mulai dari penyandang cacat kaki, tuna netra, tuna wicara, lumpuh, ideot  dan juga tuna grahita. Berdasarkan data BPBD setempat, masih banyak kaum disabilitas lainnya yang belum terjangkau karena kurang aktif untuk melaporkan diri. (nng/ted).

Tag : disabilitas

Komentar

?>