Senin, 18 Desember 2017

Petani Lamongan Keluhkan Limbah Timah

Senin, 20 Maret 2017 16:36:44 WIB
Reporter : Deni Ali Setiono
Petani Lamongan Keluhkan Limbah Timah

Lamongan (beritajatim.com) - Sejumlah petani Lamongan asal Desa Desa Bulumargi, Kecamatan Babat mengeluhkan pembakaran limbah timah yang masuk ke areal lahan pertanian warga.

Imbas adanya bekas pembakaran limbah timah itu, lahan pertanian milik warga tidak bisa ditanami lagi.

"Dulu sebelum ada pembakaran timah hasil panen padi bisa mencapai 22 zak, tapi setelah ada pembakaran timah 10 zak aja kadang sulit," ujar Khodijah (60) salah satu petani asal Desa Bulumargi, Senin (20/03/2017).

Khodijah menambahkan, kondisi yang dialami lahannya sudah berlangsung bertahun-tahun. Namun, dirinya tidak bisa berbuat banyak dengan adanya bekas pembakaran timah di didekat lahan pertaniannya.

"Saya itu bingung mau minta bantu siapa. Mau lapor juga tidak tahu jalurnya, kalau nanti lapor justru malah saya kena biaya," tambahnya.

Kepala Desa (Kades) Bulumargi, Trimo Hadi Saputro mengatakan, sudah melakukan koordinasi dengan Kepala Desa Datinawong, setelah mendapatkan laporan dari warganya yang terdampak. Sebab lokasi pembakaran timah masuk wilayah Desa Datinawong.

"Saya sudah koordinasi dengan Kades Datinawong, dan pembakaran timah itu tidak berijin dan sudah ditutup. Hasil koordinasi kalau masih beroperasi silahkan dilaporkan ke pihak yang berwajib," ungkapnya.

Sedangkan, terkait masih beroperasinya pembakaran timah di wilayah Desa Datinawong. Mudzakir, Kepala Desa Datinawong menjelaskan, selama ini usaha pembakaran timah tidak ada ijinnya. Sehingga pihaknya menganjurkan terhadap warga sekitar lokasi, apabila merasa dirugikan segera melaporkan ke pihak yang berwajib.

"Lah wong Bupati aja gak berani ngasih ijin kok!, Apalagi seorang Kades seperti saya," tutur Kepala Desa Datinawong, Mudzakir, ketika dikonfirmasi melalui nomor selulernya, Senin (20/3/2017).

Seperi diketahui, Pemkab Lamongan terhitung sejak 24 Juni 2014 sudah mencabut ijin usahapembakaran timah dan seluruh usaha pembakaran timah di wilayah Kabupaten Lamongan harus tutup dan tidak boleh beroperasi.

Penutupan itu, lantaran belum memenuhi ketenyuan teknis sebagaimana diatur dalam PP Nomor 18/1999 jo.Nomor 85/1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Kemudian Permen LH Nomor 18/2009 tentang Tata Cara Perijinan Pengelolaan Limbah B3, dan Kep 03/BAPEDAL/09/09/1995 tentang Prasyaratan Teknis Pengelolaan Limbah B3. [dny'/ted]

Komentar

?>