Rabu, 28 Juni 2017

39 KK Tuna Wisma Terancam Terdepak dari Barak Penampungan

Senin, 20 Maret 2017 14:46:00 WIB
Reporter : Nanang Masyhari

Kediri (beritajatim.com) - Pemerintah Kota Kediri akan segea mengubah Barak Penampungan untuk para tuna wisma di Kelurahan Semampir, Kota Kediri menjadi panti asuhan. Pemerintah daerah bakal merealisasikan program baru ini, pada tahun ini.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja Kota Kediri Triyono Kutut mengaku, ada sekitar 39 kepala keluarga (KK) yang kini menghuni barak penampungan. Mereka adalah para pendatang yang tidak memiliki tempat tinggal alias tuna wisma. Kebanyakan dari mereka adalah gelandangan yang dijaring oleh petugas Satpol PP dari jalanan.

"Barak penampungan harus kosong dari penghuni. Tetapi kami masih mencari solusi penyelesaiannya. Karena mereka tidak mau untuk dipindah," ujar Triyono Kutut, Senin (20/3/2017).

Para penghuni barak penampungan rata rata sudah menetap dalam waktu yang cukup lama. Padahal, seharusnya mereka hanya beberapa bulan saja menempatinya. Bahkan, ada yang sampai turun temurun ke anak cucunya.

"Karena barak penampungan ini sifatnya hanya untuk tempat sementara, naka mereka seharusnya bisa memahaminya. Tetapi kenyataanya, mereka tinggal disana sudah lama, " jelas mantan Ketua Panpel Persik Kediri ini.

Selama menempati barak, penghuni tidak dibebani apapun. Sebab, mulai dari pembayaran listrik, perawatan bangunan ditanggung oleh Pemkot Kediri melalui APBD. Bahkan, untuk kebutuhan makanan, umumnya jugs dari bantuan pemerintah.

Sukidi, selaku Ketua RT 28 RW 6 Kelurahan Semampir mengaku, pasrah apabila nantinya barak akan diambil untuk kepentingan pemerintah daerah. Tetapi, hampir seluruh penghuni belum mengetahui rencana perubahan barak menjadi panti asuhan.

Pantauan beritajatim.com di lokasi, bangunan barak penampungan sudah mulai rusak. Beberapa los di sebelah barat, bahkan atapnya hancur dan tidak dihuni. Sementara puing puing kerusakan bangunan berserakan. [nng/but]

Komentar

?>