Minggu, 25 Juni 2017

Pecat Lulung, Djan Faridz Dinilai Keliru

Rabu, 15 Maret 2017 08:16:32 WIB
Reporter : -
Pecat Lulung, Djan Faridz Dinilai Keliru

Jakarta (beritajatim.com) - Ketua Umum PPP hasil Muktamar Jakarta Djan Faridz memecat Abraham Lunggana dari kepengurusan partai lantaran beda padangan di Pilkada DKI Jakarta putaran kedua tahun 2017.

Haji Lulung begitu sapaan Abraham Lunggana memutuskan mendukung Anies-Sandi, sedangkan Djan Farid mendukung Ahok-Djarot. Atas dasar itu, Lulung menyebut dirinya dipecat.

Menanggapi hal ini, Politikus PPP Saifullah Tamliha menilai, mustinya pemecatan itu tidak terjadi. Mustinya, Djan Faridz memberikan keleluasan pada setiap kadernya seperti yang dilakukan Romahurmuziy.

"Biarlah perbedaan pendapat itu berlangsung ada yang mau ke Anies-Sandi ada yang mau memilih Ahok-Djarot, itu tidak perlu menjadi bahan perpecahan di partai," kata Saifullah, Selasa (14/3/2017).

Mustinya, lanjut dia, sebagai ketua umum Djan memberikan keleluasan terhadap semua kader, termasuk keputusan Lulung di Pilkada DKI Jakarta. Bukan langsung main pecat yang dinilainya sebagai langkah yang kurang tepat.

"Perbedaan pendapat jangan sampai akibatkan putusnya hubungan silaturahmi. Karena perbedaan pendapat itu lumrah, menurut agama Islam kan sebagai sebuah Rahmat," kata dia.

Lulung sebelumnya menganggap pemecatannya oleh Djan Faridz dari kepengurusan partai hanya main-main. Sebab, keputusan itu tidak jelas.

"Sampai hari ini makanya saya bilang lucu-lucuan, mungkin becanda karena mereka tidak baca jelas azasnya apa atau lupa kali azas kita (PPP) azas Islam," kata Lulung di Kompleks Dewan Jakarta, Selasa (14/3/2017).

Kemudian pemecatan itu dilakukan dengan mengenyampingkan aturan yang ada. "Sesuai AD/ART, saya harus terima teguran pertama, kedua, ketiga. Ini gak dapat. Terus saya dipecat gak dapat kertas pecatan. Makanya saya bilang ini lucu-lucuan atau bukan," ujar dia. [inilah.com]

Tag : pilgub dki

Komentar

?>