Minggu, 22 Oktober 2017

Bahas Provinsi Madura, Didik J Rahbini: Sekarang Momentumnya Telat

Minggu, 12 Maret 2017 08:23:48 WIB
Reporter : Samsul Arifin
Bahas Provinsi Madura, Didik J Rahbini: Sekarang Momentumnya Telat

Pamekasan (beritajatim.com) - Salah satu tokoh Madura Didik J Rahbini menilai keberadaan Pulau Garam cukup layak menjadi provinsi seperti yang digaungkan sejak beberapa tahun terakhir.

Namun upaya tersebut terbilang cukup berat karena bersamaan dengan momentum moratorium pengembangan Daerah Otonom Baru (DOB) oleh pemerintah.

"Madura sudah layak (menjadi provinsi), tapi momentumnya berat. Syaratnya para bupati (di Madura), kiai dan masyarakat harus kolektif mengusung gagasan ini," kata Didik J Rahbini pada kegiatan Seminar Nasional 'Madura Menjadi Provinsi' di Pendopo Ronggosukowati Pamekasan, Sabtu (11/3/2017) malam.

Tidak hanya itu, pihaknya menilai Madura sudah melaksanakan industrialisasi sejak dulu. Lagi-lagi gagal karena masyarakat Madura sendiri. "Sebenarnya Madura ingin industrialisasi, tapi justru gagal karena mereka (masyarakat) sendiri," ungkapnya.

"BPWS (Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura) industrialisasinya gagal total. Bagaimanapun siap atau tidak siap, orang Madura sendiri termasuk antara pemerintah, kiai dan masyarakat harus memahami industrialisasi Madura," imbuhnya.

Bahkan dirinya menilai, Madura sangat layak menjadi provinsi seperti wilayah lain yang lebih kecil di Indonesia. "Intinya tidak ada jembatan sepanjang Suramadu di Indonesia, itu jelas menggambarkan Madura sudah cukup layak," jelasnya.

"Sekarang kalau tidak ada kesepahaman lagi, tentunya akan gagal untuk ketiga kalinya. Jadi ini harus dimulai dari pemimpinnya, karena intelektualnya hanya mengingatkan saja," sambung Didik.

Selain itu, keberadaan provinsi jelas dibutuhkan mental dari masyarakat sendiri. Mainsite lama seharusnya dirubah demi menatap masa depan. "Kira-kira bisa tidak orang Madura bikin restoran bagus, kalau tidak siapa yang mau datang," sentilnya.

"Sekarang momentumnya lambat dan telat, tapi hal itu baik lah. Lebih baik lambat daripada tidak sama sekali," pungkasnya.

Seminar Nasional 'Madura Menjadi Provinsi' akan digelar di Pendopo Ronggosukowati Pamekasan, Minggu (12/3/2017). Sebanyak tiga pemateri akan menyampaikan materi mereka suputar kajian aspe ekonomi, hukum dan tata negara, serta kajian sosial politik.

Dalam kesempatan itu, selain Didik J Rahbini juga akan hadir mengisi materi Moh Mahfud MD dan Siti Zuhro. Serta Kementerian Dalam Negeri yang akan menyampaikan kajian bidang aspe kepemerintahan. [pin/ted]

Komentar

?>