Minggu, 24 September 2017

Menkes Kunjungi Tebuireng, Telinga 5.000 Santri Akan Dibersihkan

Sabtu, 11 Maret 2017 11:49:55 WIB
Reporter : Yusuf Wibisono
Menkes Kunjungi Tebuireng, Telinga 5.000 Santri Akan Dibersihkan
Pengasuh PP Tebuireng KH Salahuddin Wahid menyambut kedatangan Menkes RI Nila F Moeloek

Jombang (beritajatim.com) - Menteri Kesehatan (Menkes) RI Nila F Moeloek mengunjungi Pesantren Tebuireng Jombang, Sabtu (11/3/2017). Kedatangan Menkes ini langsung disambut pengasuh PP (Pondok Pesantren) Tebuireng KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah). Kedatangan Menkes dalam rangka pembukaan bakti kesehatan nasional telinga, pendengaran dan mata yang digagas oleh Perhimpunan Dokter Spesialis THT Bedah Tenggorok Indonesia (Perhati KL).

Ketua Umum Pengurus Pusat Perhati KL Soekirman Soekin menuturkan, kegiatan ini melibatkan 200 dokter spesialis THT dan mata yang datang dari berbagai daerah. "Dalam tiga hari ke depan, tim kami akan melakukan kegiatan bersih-bersih telinga (BBT) bagi 5.000 santri," ujar Soekirman.

Selain BBT, Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) juga akan melakukan operasi katarak bagi 30 pasien. "Kami berterima kasih atas dukungan kolega dari Perdami yang turut bergabung dan meramaikan bakti kesehatan nasional ini," imbuhnya.

Dalam sambutannya, Menkes Nila Moeloek mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh Perhati KL. Pasalnya, selama ini banyak anak-anak yang mengalami gangguan pendengaran karena kotoran telinganya sudah mengeras. "Kotoran atau serumen tersebut bisa dikeluarkan dengan bantuan dokter THT," kata guru besar Universitas Indonesia tersebut.

Selain kotoran dan kebisingan, telinga anak-anak saat ini juga terancam gangguan akibat pemakaian gawai (gadget). "Saya tadi ke sini mengajak cucu saya, agar dia bisa lihat pesantren. Tapi, sepanjang jalan, kupingnya malah ditutup gadget untuk mendengarkan musik," tutur Nila.

Menkes juga mengingatkan potensi gangguan penglihatan yang dialami masyarakat Jawa Timur. "Angka kebutaan dan katarak di Jatim tertinggi di Indonesia, sekitar 4,4 persen. (Angka ini) tertinggi secara nasional," ungkap dokter spesialis mata ini.

Selain meresmikan bakti kesehatan nasional, Menkes Nila juga menyerahkan secara simbolik 2,5 ton makanan tambahan bagi 1.400 santri Tebuireng. Juga, bantuan 500 alat bantu dengar yang diberikan oleh Starkey Foundation dan THT Promotif Kit dari BPJS Kesehatan.

Di tempat sama, Gus Sholah menyampaikan terima kasih atas dipilihnya Pesantren Tebuireng sebagai tuan rumah bakti kesehatan nasional ini. Gus Sholah juga mengungkapkan peran pesantren dalam pembangunan bidang kesehatan, termasuk dalam kampanye keluarga berencana dan larangan merokok. "Pesantren Tebuireng juga telah lama memelopori larangan merokok di lingkungan pesantren," ungkap adik kandung Gus Dur ini.

Tampak hadir dalam kunjungan Menkes, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Kohar Hari Santoso, Wakil Bupati Jombang Mundjidah Wahab dan mantan Kepala Dokter Kepresidenan dr. Umar Wahid. Juga jajaran direksi BPJS Kesehatan dan Direktur RSUD Jombang Pudji Umbaran. [suf]

Komentar

?>