Sabtu, 27 Mei 2017

Kementan Fokus Penyerapan Gabah di Ngawi

Rabu, 08 Maret 2017 22:21:37 WIB
Reporter : Pramita Kusumaningrum
Kementan Fokus Penyerapan Gabah di Ngawi
Menteri Pertanian saat melakukan panen raya padi di Ngawi

Ngawi (beritajatim.com) - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman kembali melakukan kunjungan kerja di wilayah Ngawi, Jawa Timur. Kali ini untuk panen raya dan serap gabah langsung ke petani musim panen padi pertama tahun 2017.

Kunjungan Mentan ke Desa Karangbanyu, Kecamatan Widodaren, Ngawi, tersebut merupakan bagian dari safari di beberapa wilayah di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat.

"Kami hadir di Ngawi ini sesuai perintah presiden untuk melakukan penyerapan gabah langsung ke petani sesuai HPP (Harga Pembelian Pemerintah-red). Alhamdulilah sekarang petani sudah menikmati," ujar Andi Amran Sulaiman, Rabu (8/3/2017)

Andi menjelaskan, Ngawi merupakan salah satu kabupaten dari sembilan kabupaten di Jawa yang menjadi fokus konsentrasinya untuk dilakukan penyerapan gabah langsung ke petani. Mengingat, selama musim panen ini petani mengeluhkan harga gabah jauh di bawah HPP.

Dia menjelaskan, hasil monitoring Kementan, harga Gabah Kering Panen (GKP) di sembilan kabupaten itu anjlok pada kisaran harga Rp 3.200-3 600 per kilogram. Padahal, sesuai Inpres Nomor 05 Tahun 2015, HPP untuk GKP (Gabah Kering Panen) Rp 3.700 per kilogram.

"Jadi ada selisih harga berbeda sekitar Rp 100. Memang sedikit, tapi jika dihitung dan dikalikan jelas merugikan petani," katanya.

Jadi, lanjut dia, salah satu tujuan kunjungan kerja itu adalah untuk penyelamatan harga gabah petani bekerja sama dengan Bulog, PT Pertani, dan TNI agar petani tidak merugi. Untuk harga GKP dengan kadar air 19- 25 persen dan kadar hampa 7-10 persen ditetapkan Rp 3.750 per kilogram.

Kemudian gabah di luar kualitas dengan kadar air 26-30 persen dan kadar hampa 11-15 persen ditetapkan Rp 3.700 per kilogram, gabah kering simpan dengan kadar air 15-18 persen dengan kadar maksimal 6 persen Rp 4.150 per kilogram dan untuk gabah kering giling (GKG) dengan kadar air maksimal 14 persen dan kadar hampa maksimal 3 persen Rp 4.600 per kilogram.

"Kabupaten Ngawi sudah ada solusinya, sudah ada gudang Bulog. Dengan demikian hasil panenanya nanti tidak kemana-mana, tapi bisa langsung diserap oleh Bulog," pungkasnya. [mit/suf]

Tag : menteri

Komentar

?>