Minggu, 26 Maret 2017

Istimewa, Menhub Apresiasi PT INKA

Jum'at, 03 Februari 2017 23:39:02 WIB
Reporter : Pramita Kusumaningrum
Istimewa, Menhub Apresiasi PT INKA

Madiun (beritajatim.com) - Tak hanya meresmikan terminal seloaji di Ponorogo, Menteri Perhubungab, Budi Karya Sumadi juga melakuka kunjungan di PT Industri Kereta Api Indonesia (INKA) di Madiun, Jumat (3/2/2017). Saat melakukan kunjungan, Menteri yang baru diangkat ini tampak kagum dengan PT INKA.

Setidaknya, PT INKA memiliki produk yang membanggakan bangsa. Selain itu juga menembus ekspor di tiga negara. Budi pun meminta pelaku industri kereta apI memberikan prioritas kepada PT INKa.

"Saya minta kepada pelaku-pelaku industri kereta api memberikan prioritas kepada INKA untuk bekerja. Pasalnya INKA menjadi satu potensi bangsa dan produk yang membanggakan untuk dirawat dan bangun dan harus menang. Apalagi INKA sudah bisa mengekspor ke tiga negara," kata Budi di sela-sela kunjungannya di PT INKA Madiun.

Budi juga meminta INKA harus lebih bersemangat. Karena INKA sudah bisa tembus ekspor. Dengan demikian INKA bisa lebih bersaing dengan pasar Internasional.

Dia mengaku langkah-langkah INKA sudah berhasil mengekspor ke beberapa negara di Asia akan menjadikan pabrik kereta api milik negara itu memimpin pasar industri kereta api di Asia. Apalagi saingannya hanya dari China.

"Kereta api adalah pasar angkutan di dunia dan memiliki pasar besar sekali. Untuk itu INKA harus kerja lebih keras dan selalu menang tender serta produknya bagus," ujarnya.

Kunjungan Budi di PT INKA sekaligus melihat langsung perkembangan pekerjaan proyek kereta api Bandara Soekarno Hatta dan kereta api untuk Asian Games di Palembang.

Untuk memacu semangat INKA bekerja, Budi menjanjikan akan memberikan pekerjaan kereta MRT Jabodetabek bila INKA hasil proyek kereta Bandara Soeta dan Palembang memuaskan.

"Kalau kerja INKA bagus untuk proyek Jakarta dan Palembang maka akan kami berikan kesempatan pengerjaan proyek kereta Jabodetabek," janjinya.

Direktur Utama PT INKA, R. Agus H. Purnomo meminta kebijakan impor barang ke Indonesia tidak lagi dibayar dengan uang dolar. Namun impor aneka komoditi dapat dibayar dengan produk kereta buatan INKA.

Direktur Keuangan & SDM PT INKA (Persero), Mohamad Nur Sodiq mengatakan INKA menjadi luar biasa kalau kementerian luar negeri, perindustrian dan keuangan bersinergi mendukung INKA. [mit/suf]

Komentar

?>