Rabu, 22 Nopember 2017

Menteri Pertanian Apresiasi SP3T Milik TNI-AD, Apa Itu?

Jum'at, 27 Januari 2017 21:03:35 WIB
Reporter : Yusuf Wibisono
Menteri Pertanian Apresiasi SP3T Milik TNI-AD, Apa Itu?
Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat memberikan keterangan pers

Jombang (beritajatim.com) -  Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan apresiasi atas diresmikannya sentra pelayanan pertanian padi terpadu (SP3T) milik Korem 082 CPYJ di Desa Denanyar, Kecamatan/Kabupaten Jombang, Jumat (27/1/2017).

Amran menilai, SP3T itu memberikan nilai positif pada sektor pertanian. Bahkan juga bisa mendongkrak kesejahteraan kaum tani. Pasalnya, fasilitas tersebut mampu menekan biaya pasca panen hingga Rp 27 triliun, jika diterapkan di seluruh Indonesia.

Fasilitas yang ada di SP3T milik TNI-AD tersebut memang relatif lengkap. Yakni, traktor untuk mengolah lahan, mesin pembibitan, mesin pengering gabah, lantai pengering gabah, pengepakan beras, gudang penyimpanan gabah dan dedak, hingga alat angkut beras untuk dijual ke Bulog.

"Saya apresiasi Pak KSAD dan seluruh jajarannya. Ini akan memudahkan petani. Karena teknologi yang digunakan  ari hulu ke hilir. Bisa menekan biaya produksi sampai 50 persen, menekan biaya olah sampai Rp 2,5 juta per hektar," ujar Amran yang didampingi Kepala Staf TNI AD (KSAD), Jendral TNI Mulyono.

Amran menambahkan, SP3T mendongkrak harga gabah di tingkat petani dari HPP (harga pokok pembelian) Rp 3.700 menjadi Rp 4.000. Sehingga ada selisih sebesar Rp 300 ribu per ton. Nah, jika dikalikan 79 juta ton (produksi padi nasional), akan ketemu Rp 23 triliun. Artinya, lanjut Amran, sudah bisa dapatkan Rp 50 triliun.

Jendral TNI Mulyono menjelaskan, pembangunan fasilitas SP3T untuk membantu mengatasi berbagai persoalan yang selama ini dihadapi para petani. Salah satunya terkait harga gabah yang selalu terjun bebas saat panen.

Petani harus rela menjual gabah dengan harga murah lantaran takut membusuk. Pasalnya, pengeringan gabah petani masih mengandalkan matahari. "Lewat SP3T ini kami membuat uji coba dari hulu sampai hilir. Dari mengolah tanah sampai menjual beras. Karena sangat masih yang bisa dilakukan secara efisien," katanya.

Peresmian SP3T itu sendiri ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Kepala Staf TNI AD (KSAD), Jendral TNI Mulyono dan Komandan Korem 082 Mojokerto Kolonel Kav Gathut Setyo Utomo. Acara ini juga dihadiri Komandan Kodim dari seluruh Indonesia serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jombang. [suf]



Tag : menteri

Komentar

?>