Kamis, 23 Nopember 2017

Pemprov Jatim Tunggu Payung Hukum Hibah untuk Koperasi

Kamis, 12 Januari 2017 12:03:29 WIB
Reporter : Rahardi Soekarno J.
Pemprov Jatim Tunggu Payung Hukum Hibah untuk Koperasi

Surabaya (beritajatim.com) - Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) Provinsi Jatim masih menunggu kepastian hukum atas penggunaan dana hibah yang diperuntukkan bagi koperasi.

Hal ini dilakukan meskipun Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI telah memberikan lampu hijau atas hal tersebut secara lisan.

"Mendagri menyatakan boleh memberikan dana hibah kepada koperasi. Tetapi sifatnya baru sebatas lisan. Kami butuh payung hukum mengenai hal tersebut dan itu telah disampaikan kepada Menteri Koperasi dan UKM," ujar Kepala Dinkop UKM Jatim I Made Sukartha kepada wartawan, Kamis (12/1/2017).

Dia melanjutkan, selain itu, dirinya juga melakukan kordinasi dengan DPRD Jatim supaya mengawal dasar tertulis mengenai koperasi mendapat hibah agar dipercepat. Tidak hanya sekadar lisan saja. Sebab, tanpa landasan hukum yang kuat, dana hibah akan sulit diturunkan. "Masih ada koperasi yang membutuhkan hibah," tuturnya.

Terlepas dari dasar hukum tersebut, pihaknya mengaku telah siap kalau seandainya surat tertulis dari Mendagri mengenai diperbolehkannya koperasi menerima dana hibah. "Data koperasi mana yang bisa menerima hibah telah dipersiapkan. Sehingga sewaktu-waktu surat tersebut turun, Dinkop UKM Jatim langsung akan mengucurkan dana tersebut," imbuhnya.

Untuk Diketahui, Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) RI No. 14 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Permendagri No 32 tahun 2011 tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial (Bansos) yang Bersumber Dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Sesuai Pasal 5 dalam Permendagri itu disebutkan koperasi tidak boleh menerima dana hibah. Peraturan itu menganggap koperasi sebagai sebuah lembaga yang mencari keuntungan (non nirlaba). Makanya, termasuk yang tidak boleh menerima dana hibah.

Padahal, pada Undang-undang nomor 25 tahun 1992 tentang Koperasi disebutkan bahwa merupakan lembaga spesialis. Di mana ada tiga unsur yang menjadi modal dalam koperasi, yakni, pinjaman, hibah dan penyertaan modal. "Ada beberapa kelompok tertentu yang akan mendapat dana hibah. Ini nanti diharapkan bisa menjadi embrio koperasi," ungkapnya.

Sementara untuk koperasi yang sakit, pihaknya akan melihat kelayakannya apakah koperasi tersebut dapat menerima dana hibah, kalau seandainya segera bisa diturunkan. "Tidak asal memberikan, karena memang ada pertanggung jawaban," pungkasnya. (tok/ted)

Komentar

?>